Penerapan Knowledge Manajement di Perpustakaan
Isu-isu Kontemporer Informasi: Sesi 1
Dosen: Drs. Ida Fajar Prianto, M.A., Ph.D
Perkembangan
teknologi informasi dan terus berkembang menyebakan era
globalisasi, sehingga perkembangan ilmu pengetahuan berjalan begitu cepat. Era
ini menyebabkan berbagai dampak dalam kehidupan manusia, salah satunya
institusi pendidikan. Di mana dunia pendidikan tidak terlepas dari peran
perpustakaan. Agar keberadaan
perpustakaan bisa bertahan di era globalisasi, perpustakaan harus meningkatkan
kualitasnya dengan meningkatkan pengetahuan pada setiap sumber daya manusia
(SDM).
Knowledge management
merupakan cara untuk mengelola dan mengembangkan knowledge sumber daya
manusia sehingga mampu berkompetisi dan menunjukkan eksistensinya. Sebelum
memahami apa itu knowledge manajement,
kita harus memahami terlebih dahulu apa itu data, informasi, knowledge, dan wisdom, agar tidak menimbulkan kesalah pahaman.
Knowledge
Ackoff
(dalam Fibrianti, 2011:4) mendefinisikan bahwa knowledge merupakan sebuah tipologi
data, informasi, pengetahuan, dan kebijaksanaan. Ackoff berperan dapat bahwa
data merupakan sesuatu yang mentah sedangkan informasi adalah data yang dijiwai
oleh arti. Pengetahuan merupakan sebuah informasi yang ditarik bersama-sama
untuk sesuatu yang bermanfaat. Kebijaksanaan merupakan pengetahuan yang dibawa
kepada sebuah hubungan dengan dimensi moral kondisi manusia.
Seorang
ahli kimia bernama Polanyi, merupakan orang pertama yang memperkenalkan bahwa knowledge terdiri dari dua jenis yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge. Tacit
kenowledge adalah knowledge yang
diam di dalam benak manusia dalam bentuk intuisi, pernyataan (judgement), kemampuan (skill), nilai (values), dan kepercayaan (belief) yang sulit diformalisasikan dan
dibagikan ke orang lain. Sedangkan explicit
knowledge adalah knowledge yang
dapat atau sudah terkodifikasi dalam bentuk dokumen atau wujud lainnya sehingga
dapat dengan mudah disalurkan kepada orang lain. Selanjutnya pada pertengahan
tahun 1990, Nonaka dan Takeuci mengkonversikan kedua jenis knowledge tersebut melalui empat jenis proses, yaitu: sosialisasi,
eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi.
Knowledge
Management
Knowledge management
adalah salah satu konsep dasar dalam pengelolaan pengetahuan. Konsep knowledge
management dapat digunakan untuk membangun sistem perpustakaan yang bagus.
Knowledge management memiliki korelasi dengan fungsi perpustakaan sebagai media
untuk melakukan transfer informasi dan pengetahuan (Muttaqien, 2012:11).
Knowledge management adalah
suatu pengorganisasian pengetahuan yang dimiliki oleh individu dalam sebuah
organisasi. Dengan knowlegde management,
suatu pengetahuan yang dimiliki individu akan dapat menjadi pengetahuan
organisasi sehingga bermanfaat bagi organisasi terutama dalam meningkatkan daya
saing bisnis organisasi (Putri, 2013:1).
Menurut
Rodin (2013: 37) knowledge management
terdiri dari 3 komponen utama yaitu people,
place, dan content. Untuk mampu
menjalankan knowledge management
diperlukan orang yang kompeten yang mampu memberikan sumber informasi dan bisa
menjadi tempat untuk berdiskusi bagi para rekan kerjanya. Agar ketiga komponen
tersebut dapat berfungsi dengan baik perlu adanya peran teknologi informasi
sebagai tempat untuk berdiskusi. Teknologi informasi memungkinkan terjadinya
diskusi tanpa terbatas oleh waktu, sehingga kapitalisasi pengetahuan tetap
dapat berjalan.
Menurut
Pratomo (2003) pada masa sekarang ini semua diukur pada cheaper (lebih murah), better
(lebih baik), dan faster (lebih
cepat). Dan menurut Bill Gate mengatakan “if
the 1980’s were about quality and the 1990’s were about re-engineering, then
2000’s will be about vecolity.” Maka
disinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan
kompetitif dalam hal kecepatan (vecolity).
Knowledge Management di Perpustakaan
Agar perpustakaan di era yang serba
cepat ini tidak ditinggalkan oleh penggunanya, maka perpustakaan harus segera
tanggap dengan memberikan layanan dan koleksi yang bisa diakses lewat internet.
Aplikasi nyata konsep knowledge
management di perpustakaan adalah konsep protal.
Menurut
Sukoeri (2011:7), portal adalah bentuk website yang merupakan salah satu alat
untuk melakukan transfer pengetahuan yang bersifat informasi, promosi dan transaksi
secara terintregrasi serta komprehensif dalam sistempelayanan optimal bagi para
buyer dan seller, istilah dalam “dunia maya”. Jadi penggunakan protal merupakan
bentuk konkret realisasi knowledge
management, karena portal merupakan salah satu alat untuk melakukan
transfer informasi.
Protal yang bagus harus didesain
sedemikian rupa agar proses transfer pengetahuan berjalan dengan sempurna. Adanya
tranfer dan analis pengetahuan dari pengguna menyebabkan pengetahuan yang ada menjadi semakain bertambah
dan berkembang. Disinilah peran perpustakaan sebagai pemicu berkembangnya ilmu
pengetahuan. Bagi perpustakaan, membangun protal adalah salah satu solusi
mengatasi ketertinggalan.
Kelebihan
dari konsep protal ini, pengguna akan mendapatkan informasi yang cepat dan
murah tanpa perlu berkunjung ke perpustakaan. Pengguna dapat mengakses perpustakaan
dari manapun dan kapanpun. Selain itu perpustakaan dapat melakukan kerjasama
dengan perpustakaan lain dengan melakukan kerjasama silang informasi. Dengan mengembangkan
jaringan antar perpustakaan, proses transfer ilmu penggetahuan akan terjadi
sehingga akan melahirkan para ahli dalam bidang ilmu pengetahuan.
Kesimpulan
Kehadiran perpustakaan sebagai
penunjang pendidikan memiliki peran yang sangat penting, karena melaluli
perpustakaan seluruh multidisiplin ilmu dapat terhubung dan berkembang. Konsep knowledge management memiliki korelasi
dengan fungsi perpustakaan sebagai media untuk melakukan transfer informasi dan
pengetahuan. Aplikasi nyata konsep knowledge
management di perpustakaan adalah konsep protal. Portal adalah bentuk
web-site yang merupakan salah satu alat untuk melakukan transfer pengetahuan.
Disinilah
peran perpustakaan sebagai tempat untuk transfer ilmu pengetahuan yang akan
pemicu berkembangnya ilmu pengetahuan, sehingga melahirkan para ahli dalam
bidang ilmu pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
Fibrianti,
Armita. 2011. Penerapan Knowledge Management
di Honda. (Online), (http://armita.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2011/03/16/knowledge-management-in-honda-motor-company/),
diakses pada tanggal 15 Agustus 2016.
Muttaqien,
Arip. Membangun Perpustakaan Berbasis Konsep
Knowledge Management : Transformasi
Menuju Research College dan Perguruan Tinggi Berkualitas Internasional. (Online),
(http://152.118.24.150/files/Arip_Muttaqien.pdf), diakses pada tanggal 15
Agustus 2016.
Pratomo,
Budiman S. 2003. Manajemen
Pengetahuan(Knowledge Management). Jakarta: Analis Sistem Informasi Disinfolahtad.
Putri, Amalia
Hastyanti. 2013. Evaluasi Implementasi
Knowledge Management System PT. Telekomunikasi Indonesia. (Online), (http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jurnal%20Amalia.pdf),
diakses pada tanggal 15 Agustus 2016.
Rodin,
Rhoni. 2013. Penerapan Knowledge
Management di Perpustakaan (studi Kasus di Perpustakaan STAIN Curup). (Online),
(http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah/article/view/29),
diakses pada tanggal 15 Agustus 2016.
Sukoeri.
2011. Membangun Web Portal Sebagai Sarana
Informasi Olahraga Futsal di Indonesia. (Online), (http://repository.amikom.ac.id/files/Publikasi_06.01.2070.pdf),
diakses pada tanggal 16 Agustus 2016.
Komentar
Posting Komentar