AMOR FATI
Kali ini kita akan membahas tentang Amor Fati dalam pandangan filosofi stoa. Amor Fati berasal dari bahasa yunina yang berarti mencintai nasib. Makna ini sangatlah dalam, ini tentang mencintai nasib bukan sekedar menerima nasib. Kalau kita sedang mengalami suatu kejadian apes disuruh untuk belajar menerima nasib saja sudah sangat susah, seperti usaha bangkrut, pacar selingkung, terkena PHK, dan berbagai skenario buruk lainnya.
Sebagai pengetahuan saja kaum stoa tidak percaya pada koinsiden, mereka sangat logis. Alam semesta terjadi karena hukum sebab akibat. Menurut mereka kata sial atau beruntung itu tidak masuk akal. Sial dan beruntung itu seolah-olah tidak ada penyebabnya, tapi menurut kaum stoa tidak ada peeristiwa yang tidak ada penyebabnya pasti ada penyebab sebelumnya. Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta sampai detik ini itu mengikuti hukum alam. Alam itu sama dengan Tuhan, jadi buat mereka mau mengngerti Tuhan ya lihatlah semesta dan segala peristiwanya karena itu semua dalam kuasa Tuhan atau mereka menyebutnya Zeus. Apapun yang terjadi di alam semesta atas pengetahuan Tuhan dan pengetahuan Tuhan itu pasti baik.
Kaum stoa tidak percaya mukjizat buat mereka merachel itu tidak make sense, yang kalian sebut merachel hanya sesuatu yang memang belum ada penjelasannya saja. Bagi mereka berdasarkan definisi merachel itu melanggar hukum alam, ada hukum alam yang dibengkokkan. Hal itu sama saja menghina Tuhan atau melawan hukum Tuhan.
Ketika mereka bilang amor fati saat hidup dalam keadaan terburuk, ada sebuah anjuran untuk percaya bahwa kejadian ini harus terjadi menurut variabel semesta, efek berantai atau efek domino. Kemudian jangan geer merasa kamu adalah pusat semesta. Saat mengalami apes, Tuhan disalahkan (mengapa ini harus menimpa saya?) Menurut kaum stoa itu penghinaan, mereka berpikiran "Kamu itu geer banget bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini memikirkan kamu segabai pusatnya. Kamu pernah gak berpikir gak sih kalau kamu itu cuma bagian dari rantai-rantai yang lain. Kebetulan aja ini kejadian melewati kamu pas kejadian gak enaknya. Kamu cuma satu debu kecil di semesta ini dan ini memang harus terjadi. Tidak bisa kamu terima aja gitu biar cepet?"
Jadi amor fati itu penerapannya memang berat sekali tidak semudah yang dikatakan. Jadikan ini sebuah ajakan untuk semua orang mencoba menjalani hidup dengan "ikhlas", bahkan lebih ke kata "ya sudahlah, mau marah-marah atau diam tetap saja sudah terjadi. Jadi sekarang ada pilihannya di saya mau saya apakan peristiwa ini.
Referensi: Henry Manampiring
Komentar
Posting Komentar