Laporan Pusat Sumber Belajar Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang

Oleh: Ulfaa Ishtuufia        (110213306160)

A.      Latar Belakang
Perpustakaan merupakan salah satu sarana dan prasarana yang disediakan untuk memperoleh ilmu dan informasi yang dibutuhkan baik berupa karya cetak maupun non cetak dengan fasilitas dan layanan yang memuaskan. Dalam hal ini, perpustakaan memberikan kemudahan dalam mengakses informasi yang diperlukan baik bagi pelajar, mahasiswa, dosen/guru, peneliti maupun masyarakat umum tergantung dengan jenis perpustakaannya. Seperti halnya perpustakaan perguruan tinggi yang menjadi pusat sumber belajar  dan mendukung tridarma perguruan tinggi berupa pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Perguruan tinggi merupakan jenjang lembaga pendidikan tertinggi setelah sekolah khususnya dalam pengelolaan perpustakaan yang dijadikan sebagai jantung sekolah. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990 tentang pendidikan tinggi dimuat ketentuan mengenai perpustakaan, pada pasal 27 butir 7 angka 10, pasal 34 ayat (2); Pasal 55 ayat (1); Pasal 69 ayat (1); Pasal 82 ayat (1), dan Pasal 95 ayat (1), yang pada dasarnya menyatakan bahwa perpustakaan adalah unsur penunjang yang perlu ada pada semua bentuk perguruan tinggi, mulai dari universitas, institute, sekolah tinggi, politeknik maupun akademi. Perpustakaan perguruan tinggi merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang menunjang pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.


Perkembangan teknologi di era sekarang menuntut pengelolaan perpustakaan berbasis pada teknologi Informasi. Hal ini sebagai pemicu pustakawan untuk siap dan tanggap terhadap perubahan paradigma perpustakaan yang hanya sebagai gudang buku. Perpustakaan yang dipandang sebelah mata, kini akan menjadi sorotan utama dalam pendidikan. Menurut Undang-Undang RI No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan perguruan tinggi menjelaskan bahwa perpustakaan pergururan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi. Kebijakan ini sangat menuntut perpustakaan dalam melayankan segala fasilitas yang ada dengan bantuan teknologi informasi yang mana pustakawan harus memiliki keterampilan dalam bidang ilmu perpustakaan. Oleh karena itu, peran pustakawan sangatlah penting dalam pengembangan perpustakaan.
Pengelolaan perpustakaan di perguruan tinggi dinilai dapat menjadi prioritas utama pustakawan untuk menguasai semua kinerja ilmu perpustakaan yang nantinya juga akan menjadi bekal dalam mengembangkan perpustakaan sekolah. Jadi,tuntutan  profesionalitas pustakawan dapat dengan mudah diaplikasikan.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang merupakan salah satu tempat Praktek Kerja Lapangan. Di samping itu, Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang memiliki kegiatan berupa pengadaan, pengolahan, sirkulasi dan kegiatan lainnya yang ada di Perpustakaan Politeknik Malang sesuai dengan kriteria perpustakaan yang dijadikan sebagai tempat PKL berdasarkan perintah dari pihak fakultas. Meskipun Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang masih belum menerapkan automasi perpustakaan dalam pelayanannya, namun sudah memiliki empat cabang perpustakaan yang secara sistematis koleksi dapat diakses secara online oleh semua mahasiswa politeknik kesehatan. Empat cabang perpustakaan tersebut berupa Perpustakaan Politeknik Kesehatan Jember, Perpustakaan Politeknik Kesehatan Blitar, Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kediri , Perpustakaan Politeknik Kesehatan Lawang dan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusatnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan lagi system automasi perpustakaan kami bertujuan untuk membantu para pustakawan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang menjadi lebih sempurna sesuai dengan ilmu yang telah kami peroleh di bangku kuliah sehingga dapat diaplikasikan dengan baik dan benar.

B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1.      Apa Tujuan, Fungsi dan Manfaat Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar?
2.      Bagimana Personalia dan Pengelolaan Pelayanan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar?
3.      Bagaimana Pola Manajemen Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar?
4.      Bagaimana Pengorganisasin dan Kelembagaan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar?
5.      Bagaimana Sarana dan Prasarana Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar?
6.      Bagaimana Kelemahan dan Kelebihan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar?
7.      Bagaimana Kegiatan dan Program Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar?

C.      Tujuan
1.    Mendeskripsikan  tujuan, fungsi dan manfaat perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar.
2.    Mendeskripsikan personalia dan pengelolaan pelayanan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat sumber belajar.
3.    Mendeskripsikan pola manajemen perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat sumber belajar.
4.    Mendeskripsikan pengorganisasin dan kelembagaan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat sumber belajar.
5.    Mendeskripsikan sarana dan prasarana perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat sumber belajar.
6.    Mendeskripsikan kelemahan dan kelebihan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat sumber belajar.
7.    Mendeskripsikan kegiatan dan program perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat sumber belajar.



BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Pusat Sumber Belajar
Pusat sumber belajar jika didefinisikan satu persatu menurut Kamus Praktis Bahasa Indonesia berupa ‘pusat’ yang berarti pokok atau pangkal yang menjadi pumpunan, sedangkan ‘sumber’ berarti tempat atau asal dan ‘belajar’ adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perubahan perilaku, dan keterampilan dengan cara mengolah bahan ajar. Jika digabungkan, pusat sumber belajar merupakan tempat yang dijadikan sebagai pumpunan atau acuan individu melakukan sesuatu untuk memperoleh ilmu pengetahuan, mengubah perilaku, keterampialan dan mengolah bahan ajar.
Terdapat beberapa pendapat yang mengemukakan pengertian pusat sumber belajar, yakni diantaranya :
1.        Pusat Sumber Belajar (PSB) merupakan pemusatan secara terpadu berbagai sumber belajar yang meliputi orang, bahan, peralatan, fasilitas lingkungan, tujuan dan proses. Secara umum PSB berisi komponen-komponen perpustakaan, pelayanan audio-visual, peralatan dan produksi, tempat berlatih mengembangkan kegiatan program instruksional dan tempat mengembangkan alat-alat bantu dalam pengembangan sistem instruksional.
2.        Menurut  Zainuddin, 1984 PSB merupakan tempat bagi tenaga kependidikan untuk mengembangkan bahan-bahan pengajaran dengan bantuan multimedia pendidikan terpadu yang terdiri atas unsur-unsur perpustakaan, workshop, audio-visual dan laboratorium
3.        Menurut Sukorini (Warsito,2008:215), pusat sumber belajar merupakan tempat di mana berbagai jenis sumber belajar dikembangkan, dikelola dan dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan pembelajaran.
4.        Merril dan Drob berpendapat bahwa pusat sumber belajar merupakan suatu aktivitas yang terorganisasi yang berhubungan dengan kurikulum dan pembelajaran pada suatu satuan pendidikan (Warsito, 2008:215).
Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pusat sumber belajar merupakan salah satu tempat pemusatan dalam menunjang proses pembelajaran yang didalamnya terdapat pengelolaan dan pengembangan untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Dengan kata lain, pusat sumber belajar berupa perpustakaan dimana perpustakaan merupakan suatu wadah yang didalamnya terdapat pengelolaan, pengembangan bahan pustaka untuk mencapai tujuan pendidikan pemakainya. Untuk itu, pusat sumber belajar merupakan bagian yang sangat pokok dalam mencapai tujuan berdasarkan jenis perpustakaannya.

B.       Gambaran Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang Sebagai Pusat Sumber Belajar
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang yang disingkat Poltekkes Kemenkes Malang, merupakan Pendidikan Tinggi Profesional Bidang Kesehatan milik Kementerian Kesehatan RI. Berdasarkan SK Menkes RI nomor : 1207/Menkes/SK/X/2001 dan Peraturan Menkes no. 890/Menkes/Pen/VIII/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Poltekkes, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang merupakan salah satu dari 33 (tiga puluh tiga) Politeknik Kesehatan yang ada di Indonesia. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang merupakan gabungan dari 3 Akademi Kesehatan yaitu Akademi Keperawatan, Akademi Kebidanan dan Akademi Gizi. Kantor Direktorat (Pusat) nya berkedudukan di Jalan Besar Ijen 77 C Malang.
Dan pada tahun 2007 Struktur Organisasi berubah Berdasarkan Permenkes No. 890 Tahun 2007 menjadi : Politeknik Kesehatan Depkes (berubah menjadi : Kemenkes) Malang yang terdiri dari 14 Program Studi antara lain : Program Studi D3 Keperawatan Malang, Blitar dan Lawang; Program Studi D3 Kebidanan Malang, Jember dan Kediri; Program Studi D3 Gizi Malang; Program Studi D4 Keperawatan Medikal Bedah (Perioperatif, Keperawatan Diabetes Melitus  dan Edukator), Keperawatan Anak dan Jiwa; Program Studi D4 Bidan Pendidik, D4 Bidan Klinik  serta Program Studi D4 Gizi
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang merupakan salah satu bagian dari perpustakaan perguruan tinggi yang di dalamnya terdapat kegiatan pengelolaan, pengembagan dn pelestarian terhadap bahan pustaka yang disediakan. Kegiatan ini terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai sebagai sasaran dalam mencapai visi dan misi Politeknik Kesehatan Malang. Adapun Visi Politeknik Kesehatan Malang yakni “menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan kompetitif” yang visinya yakni :
1.        Menyelenggarakan pendidikan dengan kurikulum berbasis kompetensi
2.        Melaksanakan kegiatan penelitian guna pengembangan pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan
3.        Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab civitas akademika
4.        Melaksanakan kegiatan yang dapat menumbuhkan soft skill sebagai upaya peningkatan pencitraan institusi
5.        Meningkatkan kemampuan IT pada civitas akademika serta layanan administrasi.

1.      Tujuan, Fungsi dan Manfaat Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar
Dalam memenuhi visi dan misi tersebut, Perpustakaan Politeknik kesehatan Malang memiliki fungsi, tujuan dan manfaat sebagai pusat sumber belajar, diantaranya :
1.        Tujuan
a.         Untuk memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan pemakai dalam menyelesaikan tugas dari dosen, tugas akhir perkuliahan, penelitian maupun kebutuhan informasinya sendiri.
b.        Membantu kesulitan pemakai dalam mencari informasi dengan memberikan alternative buku lain yang tidak jauh berbeda dengan informasi yang diinginkan.
c.         Menerima usulan buku yang diminta oleh mahasiswa maupun dosen.
2.        Fungsi
a.         Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang tidak hanya sebagai penyedia informasi, namun juga mampu memberikan masukan kepada dosen dalam pembelajaran
b.        Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai layanan peminjaman mahasiswa, dosen maupun peneliti untuk kegiatan yang dijalaninya.
c.         Perpustakaan Politeknik kesehatan Malang sebagai tempat pengelolahan berupa bahan pustaka dengan mengadakan, mengolah serta melayankan kepada pemakai untuk mempermudah dalam pencariannya.
3.        Manfaat
a.         Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai sarana menunjang kegiatan belajar dan mengajar baik mahasiswa maupun dosen.
b.        Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai wadah untuk memperoleh sumber referensi relevan terutama dalam kegiatan penelitian atau penulisan karya tulis berupa skripsi, Karya Tulis Ilmiah (KTI), jurnal Ilmiah, laporan penelitian, dan majalah ilmiah.
c.         Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai wadah memperoleh informasi dan pengetahuan tambahan dalam memenuhi informasi secara luas dalam bidang kesehatan.
d.        Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai sarana hiburan dengan menyediakan fasilitas berupa wifi (koneksi internet gratis) untuk mengakses informasi dari web yang dapat menghibur pemakai.

2.      Personalia dan Pengelolaan Pelayanan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar
Personalia dalam perpustakan bisa disebut dengan pustakawan. Menurut Qalyubi, 2007: 4 pustakawan adalah orang yang bekerja di perpustakaan atau lembaga sejenisnya dan memiliki pendidikan perpustakaan  secara formal (di Indonesia kriteria pendidikan minimal D2 dalam bidang ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi). Dalam pengertian tersebut, pustakawan haruslah mampu dan terampil dalam semua bidang perpustakaan.
        Secara umum, syarat personalia harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Memiliki keterampilan sesuai bidangnya
2. Mampu Terampil mengembangkan media pembelajaran
3. Mampu Terampil menyiapkan bahan pembelajaran
4. Mampu Terampil mengakses data dan informasi (online/ offline)
5. Mampu merawat peralatan PSB
        Pustakawan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagian mampu memenuhi persyaratan personalia sebagai pusat sumber belajar. Berdasarkan syarat di atas, adapun penjelasannya yakni :
1.        Keterampilan sesuai bidangnya yakni terdiri dari 5 petugas perpustakaan, 2 pustakawan jurusan perpustakaan 3 lainnya dari jurusan lain.
2.        Pengetahuan yang memadai untuk desain pembelajaran: walau ada pustakawan yang lulusan ilmu perpustakaan, kurang mengetahui tentang desain pembelajaran yang ada di Poltekkes.
3.        Pustakawan kurang terampil dalam mengembangkan media pembelajaran, dapat dilihat dari tidak adanya media pembelajaran yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran bagi mahasiswa.
4.        Pustakawan kurang terampil dalam mengakses data dan informasi. Dapat dilihat dari kurang aktifnya web perpustakaan yang dimiliki Politeknik Kesehatan Malang.
5.        Pustakawan kurang mampu merawat peralatan PSB. Buku hanya dibersihkan dengan kemoceng. Tidak adanya restorasi yang berjalan di Politeknik Kesehatan Malang. Pengamanan bahan pustaka juga tidak ada.
Sedangkan untuk pengelolaan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang pada umumnya terdiri dari empat prinsip pengelolaan pelayanan. Pertama, pengelolaan koleksi, kedua fasilitas, ketiga pelayan/petugas dan keempat pemakai. Keempat unsur ini saling berkaitan dalam berjalannya kegiatan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar.
Pertama, pengelolaan Koleksi. Dalam pengelolaan koleksi, perpustakaan perguruan tinggi yang memiliki tugas memilih dan mengadakan, mengolah dan melayankan bahan koleksi di perguruan tinggi. Dengan pengertian bahwa perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang memiliki tugas memilih dan mengadakan, mengolah dan melayankan koleksi kesehatan berdasarkan jurusan yang ada.
Pengelolaan koleksi perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang dimulai dengan kegiatan pengadaan. Pengadaan dilakukan dari kumpulan referensi yang diajukan oleh dosen masing-masing jurusan, kemudian diusulkan ke ketua jurusan. Setelah sampai pada ketua jurusan menuju ke kepala unit baru langsung ke bagian direktorat di bagian pengadaan (pembelian). Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang bukanlah perpustakaan yang berdiri sendiri yang memiliki manajemen sendiri, namun perpustakaan di sini berada di bawah naungan direktorat sebagai pimpinan tertinggi di Politeknik Kesehatan Malang. Maka dari itu, perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang tidak melakukan pengadaan dari pihak perpustakaannya sendiri, namun dari bagian direktorat. Dari kegiatan pengadaan kemudian koleksi diolah berdasarkan aturan pengolahan bahak koleksi perpustakaan. Mulai dengan kegiatan stempel, klasisfikasi, memasukkan ke nomor induk, diberi label dan lidah buku baru di shelving di rak buku berdasarkan subyek buku.
Kedua, fasilitas. Tidak banyak fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang. Dari segi penataan gedung dan ruangnya cukup sederhana. Hal ini menunjang dengan keberadaan fasilitas yang diberikan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang. Fasiltasnya terdiri dari ruang baca termasuk meja dan kursi baca, loker,  rak koleksi referensi, rak koleksi penunjang matakuliah, meja sirkulasi, ruang pengolahan, meja kerja pustakawan, wifi dan AC. Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang masih tergolong perpustakaan konvesional, maka dari tu fasilitas masih bersifat tradisional dan seadanya.
Ketiga, pelayan/petugas. Ini merupakan unsur penting dalam proses pelayanan yang ada diperpustakaan. Pelayan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang lebih mengutamakan pada keramahan, kesopanan dan kedekatan petugas dengan pengguna. Terbukti bahwa petugas perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang ramah, baik, cekatan dalam membantu pengguna kesulitan dalam mencari bahan pustaka sehingga petugas dan pengguna memiliki kedekatan dan keterbukaan dalam bidang pemnuhan informasi.
Keempat, pemakai. Pemakai adalah obyek yang dijadikan sebagai memanfaatkan bahan pustaka yang disediakan di perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang. Pengguna meliputi dosen, mahasiswa, peneliti maupun pihak lain yang terdaftar sebagai pengguna di civitas akademi Politeknik Kesehatan Malang. Semua isi yang ada di perpustakaan bertujuan untuk pengguna atau pemakai perpustakaan, baik dari segi sarana dan prasarana, fasilitas dan layanannya.

3.      Pola Manajemen Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar
Menurut Sutarno (2006:20) manajemen perpustakaan adalah pengelolaan perpustakaan yang didasarkan pada teori dan prinsip-prinsip manajemen. Teori manajemen adalah suatu konsep pemikiran atau pendapat yang dikemukakan mengenai bagaimana ilmu manajemen untuk diterapkan di dalam suatu organisasi. Prinsip-prinsip manajemen terdiri dari kepemimpinan, penatalaksanaaan, pengendalian dan pemanfaatan sumber-sumber daya agar mendapat hasil yang maksimal.
Di dalam manajemen perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat sumber belajar terdiri dari bidang-bidang kegiatan yang mengatur jalannya perpustakaan agar dapat mencapai tujuan dan memberikan kemudahan dalam proses belajar. Kegiatan yang dilakukan berupa kegiatan pengadaan, pengolahan, layanan sirkulasi dan pengembangan teknologi informasi yang baru akan dirintis. Pada kegiatan ini, pergantian tugas dilakukaan selama seminggu sekali sehingga masing-masing mahasiswa memahami dan mengetahui cara kerja pada setiap bagian. Adapun rincian pembagian tugas kegiatan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai berikut :

Pengadaan
Pengolahan
Layanan Sirkulasi
Pengembangan TI
Minggu 1
-
M. Fajar B. M.
Pindyana A
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
Febriatul A
Minggu 2
-
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
Pindyana A
Febriatul A.
M. Fajar B. M.
Minggu 3
-
M. Fajar B. M.
Febriatul A
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
Pindyana A
Minggu 4
-
Febriatul A
Pindyana A
Pindyana A
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
Minggu 6
-
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
Pindyana A
M. Fajar B. M.
Febriatul A
Minggu 7
-
M. Fajar B. M.
Febriatul A
Pindyana A
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
-
-
Minggu 8
-
M. Fajar B. M.
Febriatul A
Pindyana A
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
-
-
Minggu 9
-
-
-
-

     Berikut rincian kegiatan dari masing-masing bagian perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang yang dilakukan :
1.    Bagian Pengadaan
Pengadaan merupakan salah satu kegiatan dalam serangkaian pengembangan koleksi perpustakaan. Biasanya pengadaan ini berupa usulan suatu bahan pustaka kepada perpustakaan yang dilakukan baik dari pihak pustakawan maupun pihak pengunjung perpustakaan. Kegiatan yang merupakan implementasi dari keputusan dalam melakukan seleksi yang mencakup semua kegiatan untuk mendapatkan bahan pustaka yang telah dipilih dengan cara membeli, tukar-menukar dan hadiah dan penyelesaian administrasinya. Pada umumnya pengadaan memiliki 3 kegiatan yang utama yaitu pertama,  pemilihan atau seleksi bahan pustaka. Kedua, pengadaan bahan pustaka melalui pembelian, hadiah, droping, sumbangan, tukar menukar dll. Ketiga, inventarisasi bahan pustaka yang telah diadakan serta membuat statistik pengadaan.
Menurut Darmono (2007: 60) mengartikan bahwa “Pengadaan adalah kegiatan untuk mendapatkan sumber informasi yang telah dipilih untuk ditambahkan pada koleksi perpustakaan.” Dari uraian pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengadaan bahan pustaka adalah rangkain kegiatan untuk menghimpun dan menyeleksi bahan pustaka yang sekaligus berdasarkan peraturan kebijakan pengadaan bahan pustaka di perpustakaan masing-masing, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi yang diminati penggunanya. Umumnya pengadaan bahan pustaka dilakukan dengam pembelian, hadiah, sumbangan bahkan droping buku dari pemerintah baik buku pelajaran maupun buku penunjang lainnya. Prinsip pedoman pemilihan bahan pustaka pun memiliki perbedaan pada tiap perpustakaan. Prinsip seleksi inilah yang mendasari sebagai suatu acuan yang digunakan perpustakaan sebagai pemilihan bahan pustaka.
Setelah ditetapkan prinsip dasar pemilihan bahan pustaka, maka perlu menyeleksi bahan pustaka yang cocok dengan prinsip dasar tersebut untuk diadakan. Tugas lain dari pengadaan adalah mengembangkan koleksi, yaitu sebuah kegiatan yang mengembangkan bahan koleksi yang telah ada di perpuatakaan Poltekkes KemenkesMalang sehingga dapat lebih baik dan dapat memenuhi kebutuhan pemakainya.
Pada kegiatan pengadaan bahan pustaka di Perpustakaan PoltekkesKemenkes Malang ini memiliki beberapa tahapan. Pertama, para dosen mengajukan rekomendasi judul-judul buku kepada Direktorat, karena pengadaan buku langsung dibawah kewenangan Direktorat bukan perpustakaan itu sendiri. Kedua, dilakukan penyeleksian bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan dengan list daftar yang diterima untuk dibuat daftar pemesanan yang siap dikirim ke penerbit atau toko buku. Ketiga, dilakukan pengecekan kesesuaian terhadap daftar pesanan dengan buku yang telah dikirim ke perpustakaan. Keempat, dilakukan pengumpulan dan pengarsipan nota-nota pembelian buku sebagai tanda bukti pembelian yang nanti juga dilampirkan dalam laporan tahunan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya. Mengapa mahasiswa tidak diikutsertakan dalam pengusulan pengadaan buku dan hanya dosen saja? Karena para dosen lebih mengerti buku apa yang lebih dibutuhkan untuk mendukung perkuliahan. Serta kebanyakan buku-buku medis dan kesehatan tidak dijual penerbit atau toko buku pada umumnya .
Selain kegiatan pengadaan bahan pustaka buku juga dilakukan pengadaan bahan pustaka non buku seperti Koran dan tabloid. Di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang kegiatan pengecekan dan pemberian identitas seperti stempel pada bahan pustaka non buku ini dilakukan setiap hari. Bahan pustaka non buku yang berlangganan di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang ini yaitu Koran antara lain Jawa Pos, Kompas, Surya dan Sindo. Kemudian tabloid yaitu Tabloid Bidan dan Sanitas. Selain itu juga berlangganan majalah yang diantaranya: Media Kesehatan dan Interaksi. Juga terdapat majalah sumbangan yaitu, Buletin penelitian Kesehatan
Kegiatan pengadaan di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang sudah cukup baik karena kebutuhan akan buku-buku medis dan kesehatan cukup tinggi dalam mendukung proses perkuliahan. Namun terdapat beberapa permasalahan dalam pengadaan bahan pustaka, pertama sering terjadi pengadaan buku berkali-kali dari pembelian dan sumbangan dalam kurun waktu dekat, sehingga mengakibatkan penumpukan buku yang berlebihan untuk dikirim ke bagian pengolahan. Karena tenaga di pengadaan tidak seimbang dengan volume pekerjaan. Kedua, tanggal datangnya koran, tabloid dan majalah tidak sesuai dengan data di buku penerimaan bahan pustaka non buku.

2.    Bagian Pengolahan
Setelah melakukan kegiatan di bagian pengadaan. Selanjutnya buku diolah berdasarkan prosedur pengolahan bahan pustaka yang ditetapkan oleh lembaga. Kegiatan pengolahan bahan pustaka merupakan kegiatan mengolah koleksi cetak maupun noncetak  sebelum disajikan  atau dipublikasikan kepada pengguna. Menurut Sri Mulyani, pengolahan bahan pustaka merupakan kegiatan pokok dalam rangkaian kegiatan perpustakaan, karena suatu bahan pustaka belum dapat ditelusur atau dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan apabila belum dilakukan pengolahan terhadap bahan pustaka tersebut. Kegiatan pengolahan umumnya meliputi inventarisasi, mengklasifikasi, mengatalogisasi, memberi label buku, memberi lidah buku/kantong buku dan yang terakhir proses shelving.
Pada Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang, kegiatan PKL dibagian pengolahan bahan pustaka memiliki beberapa tahapan yang di awali dengan inventarisasi berupa pemberian stempel sebagai identitas lembaga, pemberian nomor register berdasarkan buku induk dan pemberian kode buku. Cara penulisan di buku induk, urutan nomor buku selalu diawali dengan angka 001 dan diikuti dengan tahun pengadaan buku tersebut. Setelah inventarisasi selesai, buku dibawa ke bagian pengolahan untuk diklasifikasi. Proses klasifikasian ditentukan dengan subyek buku. Koleksi Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang umumnya berupa koleksi mengenai berbagai bidang kesehatan saja dan aspek lain yang masih dalam lingkup kesehatan. Untuk itu, dalam penentuan subyek buku instansi menggunakan subyek berdasarkan jurusan yakni mengenai kebidanan, keperawatan dan gizi dengan tujuan untuk mempermudah pendataan buku yang ada pada masing-masing jurusan. Namun untuk buku penunjang dengan aspek lain, tetap berdasarkan pada pedoman DDC.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang tergolong perpustakaan konvensional, namun masih dalam proses pengembangan berbasis teknologi informasi. Dalam pencarian bahan pustaka, mahasiswa langsung datang ke rak buku untuk mencari bahan pustaka tanpa menggunakan katalog terlebih dahulu. Untuk itu karena kurangnya efektifitas manfaat katalog buku, dalam pembuatannya dilakukan pada saat pengklasifikasian dan disimpan di dalam data komputer.
Langkah selanjutnya yaitu pemberian label dan lidah buku. Pencetakan label dilakukan secara manual yakni pada setiap judul dan banyaknya eksemplar. Setelah label dicetak,  label atau nomor punggung dipasang pada punggung buku dengan ukuran 5 cm dari bagian bawah punggung buku. Proses ini dibarengi dengan pemberian lidah buku diletakkan pada bagian belakang buku sebagai tanda peminjaman dan pengembalian buku tersebut. Setelah itu, baru buku di entri ke dalam database. Data base yang digunakan berupa slims meranti, Database ini salah satu percobaan dalam pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi di Politeknik Kesehatan Malang. Untuk penyempurnaannya masih menunggu waktu dan dana turun dalam aplikasinya.
Tahap terakhir pengolahan yaiu peletakkan koleksi di rak (shelving). Proses ini, berdasarkan pada masing-masing subyek yang sudah ditentukan. Ada 3 ketentuan dalam proses shelving. Pertama, buku diletakkan berdasarkan subyek. Kedua,buku diletakkan berdasarkan urutan nomor klasifikasi dan ketiga, buku diletakkan berdasarkan berdasarkan subyek dan diikuti klasifikasi.
Pada tahap pengolahan ini, tidak semua buku disampul untuk menghindari kerusakan pada buku tersebut. Di samping mahasiswa yang tidak terlalu banyak, juga kekurangan tenaga untuk penyampulan buku.
Adapun kekurangan dalam kegiatan pengolahan ini adalah tidak memiliki ruang tersendiri dalam pelabelan, stempel, pemberian nomor punggung dan lidah buku, dalam kegiatan entri buku masih banyak koleksi yang salah dalam penomoran klasifikasi buku serta jumlah eksemplar yang ada dirak tidak sesuai dengan yang ada dibuku induk dan untuk kegiatan shelving, tidak dilakukan oleh petugas perpustakaan tapi oleh mahasiswa sendiri setelah membaca diruang baca sehingga penataan buku dirak berantakan. Di bagian pengolahan tidak ada kelebihan dikarenakan kinerja yang dilakukan masih konvensional.

3.    Bagian Layanan Sirkulasi
Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “Circulation” yang berarti perputaran, peredaran, seperti pada “ sirkulasi udara” sirkulasi uang dan sebagainya. Dalam ilmu perpustakaan, sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman namun demikian pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pengguna jasa perpustakaan (Lasa Hs., 1993 : 1). Peminjaman, pengembalian dan perpanjangan waktu meminjam buku-buku perpustakaan merupakan tugas pokok dari bagian sirkulasi.
Menurut Darmono (2007:174) mengartikan bahwa “Layanan sirkulasi atau layanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka adalah satu kegiatan di perpustakaan yang melayani peminjaman dan pengembalian buku.” Sehingga layanan ini merupakan layanan yang terpenting dalam suatu perpustakaan. Kesibukan layanan sirkulasi ini dapat menjadi pengukur tingkat kesibukan suatu perpustakaan, karena layanan ini yang secara langsung dapat dirasa oleh pemakai.
Bagian sirkulasi merupakan suatu bagian yang langsung berhubungan dengan pembaca atau pengunjung yang selalu berkembang terus. Perkembangan dari para pembaca ini mengakibatkan timbulnya bermacam-macam problem sosial yang harus dihadapi oleh para petugas perpustakaan. Problem-problem inilah yang meminta perhatian dan pemikiran baru.
Macam tugas dari bagian sirkulasi yaitu:
1.      Melayani peminjaman, pengembalian dan perpanjangan waktu peminjaman buku. 
2.      Melayani pendaftaran anggota perpustakaan.
3.      Menarik denda bagi anggota-anggota yang terlambat dalam mengembalikan buku-buku pinjaman.
4.      Penagihan buku-buku.
5.      Memberikan surat keterangan bebas pinjam
6.      Membuat laporan harian dan membuat statistik bahan pustaka yang dipinjam.
7.      Bertanggung jawab atas kerapihan  buku-buku di rak.
Secara umum layanan perpustakaan dibagi menjadi dua, yaitu layanan tertutup (close access) dan layanan terbuka (open access). Layanan di perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang menggunakan layanan terbuka. Mahasiswa  bisa meminjam dan mencari buku sendiri di rak buku.
 Di perpustakaan POLTEKES Malang terdapat beberapa  permasalahan yang dialami pada layanan sirkulasi yaitu layanannya yang masih konvensional. Jadi layanan disana masih menggunakan manual, mahasiswa harus mencatat peminjaman buku di kertas peminjaman. Kemudian diserahkan kepada petugas perpustakaan, setelah itu petugas perpustakaaan memberi stempel tanggal pengembalian di punggung buku dan di kertas peminjaman buku. Setelah proses itu selesai dilakukan mahasiswa diminta menyerahkan kartu anggota perpustakaan ata kartu mahasiswa. Lalu petugas sirkulasi menaruh kartu itu bersama dengan kertas peminjaman di dalam map sesuai jurusan masing-masing.
Selain itu dalam proses pencarian buku mahasiswa mengalami kesulitan, hal itu diakibatkan karena tidak adanya fasilitas pencarian buku seperti kartu katalog atau OPAC. Buku- buku  yang ditaruh di rak kurang tertata rapi sehingga mahasiswa sulit mencari buku yang dibutuhkan .
Pengembalian buku pun dilakukan secara manual, buku yang dikembalikan dicoret tanggal pengembaliannya yang ada di punggung dan kertas peminjaman buku. Lama peminjaman di perpustakaan Poltekkes Malang adalah satu minggu.  Namun bila buku belum selesai dibaca dalm waktu satu minggu mahasiswa boleh memperpanjang lagi selama satu minggu. Jumlah buku yang boleh dipinjam adalah 3 buku/orang. Bila mahasiswa terlambat mengembalikan maka dikenakan denda sebesar Rp 500,-/hari. Hari pelayanan peminjaman perpustakaan Poltekkes Malang yaitu pada hari Senin, Rabu dan Kamis pukul 08.00-16.00 dan pada hari Selasa dan Jumat pukul 08.00-16.30.
Namun selain masalah-masalah yang ada pada layanan sirkulasi seperti diatas, layanan sirkulasi memiliki keunggulan yaitu petugas yang ramah sehingga para pengguna perpustakaan senang dengan layanan petugas sirkulasi.
4.    Bagian Layanan Pemakai
Layanan pemakai di perpustakaan merupakan ujung tombak perpustakaan dalam memberikan layanan bagi pengguna. Pada masa sekarang layanan di perpustakaan tidak lagi bersifat pasif. Layan bersifat pasif sudah lama ditinggalkan. Perpustakaan Poltekkes Malang selalu memberi sambutan yang baik kepada pengunjung. Pustakawan yang dekat dengan para pengunjung, terbukti dengan banyaknya para mahasiswa yang saling bertegur sapa saat mereka datang ke perpustakaan. Itu menunjukkan bahwa pentingnya sikap sopan dan ramah kepada pengunjung akan membawa dampak positif bagi perpustakaan.
Secara umum sistem layanan yang ada di perpustakaan itu dibagi menjadi dua macam yaitu layanan yang bersifat tertutup dan layanan perpustakaan yang bersifat terbuka. Perpustakaan Poltekkes Malang menggunakan sistem layanan terbuka. Sistem layanan ini  memungkinkan para pengguna secara langsung memilih, menemukan dan mengambil sendiri koleksi yang ada di Perpustakaan Poltekkes. Sehingga layanan ini memudahkan pemakai dalam penelusuran informasi.
Jenis layanan yang diberikan Perpustakaan Poltekkes ada beberapa macam, adalah sebagai berikut.
a.        Layanan Sirkulasi
Layanan sirkulasi berada dekat dengan pintu masuk. Layanan ini dijaga oleh satu pustakawan. Di layanan sirkulasi terjadi beberapa kegiatan layanan. Pertama, sebagai tempat penitipan kunci loker. Karena di bagian loker tidak ada petugas penjaganya sehingga kunci loker dititipkan di petugas bagian sirkulasi, namun keberadaan loker tetap bisa dikontrol dari tempat layanan sirkulasi.
Kedua, tempat untuk layanan peminjaman. Peminjaman di Perpustakaan Poltekkes Malang Masih bersifat manual. Mahasiswa yang pinjam bahan pustaka memiliki jaminan berupa kartu perpustakaan. Dengan kartu perpustakaan ini mahasiswa dapat meminjam koleksi yang ada di perpustakaan. Tenggang waktu peminjaman selama satu minggu.  Buku yang dipinjam maksimal dibatasi tiga eksemplar.
Ketiga, sebagai tempat pengembalian bahan pustaka. Jika mahasiswa telat menggembalikan buku maka kena denda Rp 500,- per harinya. Keempat, sebagai tempat perpanjangan buku atau bahan koleksi yang dipinjam.
Layanan sirkulasi ini memiliki kekurangan yaitu kurang efektif karena layanan ini masih manual. Saat mahasiswa akan meminjam buku bereka akan mencatat identitas buku di kertas. Hal ini jika petugas kurang teliti bisa dibuat curang oleh mahasiswa, dengan menulis buku tidak sesuai dengan yang yang dipinjam. Sehingga perlu kejelian penuh bagi pustakawan di bagian sirkulasi untuk mengontrol perputaran buku, yaitu pengadaan, perpanjangan, dan pengembalian.
b.        Layanan Wifi gratis
Layanan internet gratis ini memiliki kuota yang besar sehingga akses internet yang cukup cepat. Layanan ini bayak dimanfaatkan oleh mahasiswa Poltekkes dan  sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang tidak memiliki modem sehingga mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan untuk mengerjakan tugas.
Namun layanan ini memiliki kekurangan, pertama tidak diimbanginya dengan tersedianya layanan komputer di Perpustakaan Poltekkes Malang. Sehingga layanan ini kurang maksimal menyentuh kebutuhan pemakai. Banyak mahasiswa yang belum memiliki laptop sehingga tidak bisa menikmati layanan gratis ini. Kedua, kurangnya pengawasan dan pemantauan petugas dalam mengawasi pengguna dalam memanfaatkan layanan akses adi gratis ini. Sehingga mahasiswa bisa dengan leluasa mengakses situs apapun tanpa diawasi petugas.
c.         Layanan ruang baca
Layanan baca ini di berikan Perpustakaan Poltekkes untuk mengantisipasi pengguna perpustakaan yang tidak ingin meminjam koleksi untuk dibawa pulang, akan tetapi mereka cukup memanfaatkannya di perpustakaan. Layanan ruang baca di Perpustakaan Poltekkes ini berupa meja dan kursi untuk membaca. Meja ini diberi sekat sehingga mahasiswa bisa lebih  berkonsentrasi tanpa terganggu oleh orang lain. Selain itu tersedia juga meja untuk diskusi, meja ini tanpa sekat sehingga memudahkan untuk melakukan diskusi kelompok.
Permasalahan yang ada di layanan baca ini adalah tidak ada bedanya ruang baca yang membedakan bagi pembaca koleksi umum dengan koleksi referensi sehingga pengawasan alur koleksi sulit dalam mengontrolnya. Hal ini terjadi karena letak ruang rak koleksi referensi yang tidak dipisah dengan letak ruang koleksi umum lainnya.
d.        Layanan referensi
Layanan referensi ini berada di bagian barat perpustakaan, lebih tepatnya berada di samping kanan perpustakaan. Layanan referensi ini tidak dipisahkan di ruang yang berbeda dengan koleksi lain, sehingga mahasiswa yang meminjam koleksi referen bisa berbaur dengan mahasiswa yang pinjam koleksi umum.
Bagian layan referensi memiliki koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI), Laporan penelitian dan Jurnal. KTI ini dari berbagai bidang jurusan, yaitu dari jurusan kebidanan yang memiliki cover berwarna kuning, keperawanan cover berwarna hijau, dan gizi berwarna biru. KTI yang di pasang rak dari tahun 2010 - 2013.
Layanan referen ini masih memiliki kekurangan yaitu belum diberi nomer punggung buku. Untuk koleksi KTI sekarang sudah mulai diberi label buku. Serta penempatan KTI yang amburadul tidak sesuai dengan tahun.
Sebaiknya koleksi KTI dikelompokkan berdasarkan tahun dan diberi keterangan tahun KTI itu dibuat. Agar mahasiswa yang mencari mudah dan disediakan tempat untuk menaruh buku yang sudah dibaca sehingga tidak mahasiswa sendiri yang menaruh langsung koleksi ke rak. Hal ini lah yang membuat susunan rak berantakan karena mahasiswa yang tidak memiliki pengetahuan untuk menata buku sesuai aturan di perpustakaan.


e.         Layanan loker
Layanan ini persis berada di sebelah kanan dan kiri pintu masuk Perpustakaan Poltekkes Malang. Layan loker ini diperuntukkan bagi pengunjung untuk meletakkan barang bawaannya yang tidak mungkin dibawa masuk ke dalam perpustakaan. Menurut peraturan perpustakaan dilarang untuk membawa masuk tas dan jaket sehingga perpustakaan memberi fasilitas berupa loker.
Layanan ini memiliki kekurangan yaitu tidak ada petugas khusus yang ditugaskan untuk menjaga layanan ini, sehingga kurang terjaminnya keamanan di bagian layanan ini. Serta jumlah loker yang sedikit, sehingga disediakan meja untuk menampung barang pengunjung yang tidak kebagian loker. Di sinilah masalahnya barang-barang yang tidak masuk loker kemungkinan besar akan menjadi peluang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Sehingga solusinya perlu adanya petugas khusus yang menjaga di layanan loker ini. Serta perlu ditambah jumlah loker agar seluruh pengunjung dapat menitipkan barang bawaannya di layanan ini, sehingga terciptalah ketenangan bagi semua pihak.
f.         Layanan pengunjung luar
Layanan ini diperuntukkan bagi mahasiswa luar poltekkes. Mereka dapat masuk di perpustakaan namun mereka tidak diperbolehkan meminjam koleksi untuk dibawa pulang. Sehingga para mahasiswa luar poltekkes yang berkunjung hanya diperbolehkan untuk memfotocopy buku saja.
Layanan ini memiliki kekurangan yaitu tidak tersedianya layanan  fotocopy. Sehingga mahasiswa yang ingin memfotocopy harus keluar perpustakaan. Seharusnya untuk memudahkan mahasiswa khususnya mahasiswa luar poltekkes disediakan jasa fotocopy.

5.    Bagian Pengembangan Teknologi Informasi
Teknologi Informasi adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarkan informasi. Teknologi tidak saja terbatas pada perangkat keras (alat) dan perangkat lunak (program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan, nilai yang digunakan untuk membuat pilihan pelaksanaan, dan kriteria penilaian yang digunakan untuk memutuskan apakah manusia mengendalikan teknologi dan diperkaya oleh teknologi atau tidak. Dengan berkembangnya teknologi informasi, pemakai dapat memperoleh data melalui media cetak ataupun melalui media elektronik.
Penggunaan teknologi informasi di perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang masih terbilang masih dini. Perpustakaan yang ada disana masih konvensional. Terbukti saat diadakan PKL disana baru diadakan  otomasi dan pengentryan buku (memasukkan buku). Sebelumnya entry buku hanya dilakukan pada microsoft exel belum pada software perpustakaan. Masih banyak buku yang belum di-entry pada aplikasi Senayan yang diterapkan di perpustakaan ini sehingga perlu mengentri buku-buku tersebut sehingga dapat digunakan secara otomasi. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa PKL yaitu memasukkan (entry) buku merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk melancarkan perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang menuju sistem otomasi.


4.      Pengorganisasian dan Kelembagaan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar
Poltekkes Kemenkes Malang dipimpin oleh seorang Direktur dan 3 (tiga) Pembantu Direktur. Pembantu Direktur I (Pudir I) mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pembantu Direktur II (Pudir II) mempunyai tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan. Pembantu Direktur III (Pudir III) mempunyai tugas membantu Direktur memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan dan layanan mahasiswa. Direktur dan Pembantu Direktur disebut sebagai unsur pimpinan di Poltekkes Kemenkes Malang.
Untuk menyelenggarakan pendidikan/pengajaran dilakukan oleh jurusan atau program studi. Masing – masing jurusan dipimpin oleh Ketua Jurusan, dibantu oleh Sekretaris Jurusan dan masing – masing program studi dipimpin oleh Ketua Program Studi, dibantu oleh Pelaksana Administrasi Akademik dan Administrasi Kemahasiswaan.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang berada dinaungan pudir I dengan tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Perpustakaan disini tidak berdiri sendiri, sehingga kepala unit perpustakaan bukan lulusan dari ilmu perpustakaan dan informasi. Namun di dalam unit tersebut terdapat beberapa pelaksana yang berasal dari lulusan ilmu perpustakaan, sehingga dalam pengelolaannya sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh undang-undang.
Adapun struktur organisasi di perpustakaan tidak ada secara tertulis, sehingga untuk kinerja pengelolaan perpustakaan diatur sendiri oleh pihak yang bertanggung jawab atas perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang.
Berdasarkan pedoman perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang organisasi perpustakaan terdiri dari ketua pengelola perpustakaan, layanan teknis dan layanan pengguna. Ketua pengelola perpustakaan mengurus masalah pengembangan koleksi perpustakaan yang bertugas menentukan kebijakan pengembangan koleksi, memilih dan mengadakan bahan putaka yang tepat. Tugas layanan teknis mengolah bahan pustaka, seperti melakukan registrasi, katalogisasi, klasifikasi untuk kemudian dapat disimpan dirak dan dimn pusanfaatkan oleh pengguna. Sedangkan tugas layanan pengguna dibagi menjadi dua, yakni layanan sirkulasi dan layanan rujukan. Layanan penggunan ini bagian yang langsung berhubungan dengan pengguna dengan tugas melayani peminjaman bahan perpustakaan, mencari informasi dam memberikan konsultasi.
Adapun secara tersirat, struktur organisasi perpustakaan Politeknik kesehatan Malang adalah
™  Kepala Unit Perpustakaan                       : Joko Pitoyo, SKP, M. Kep.
™  Ketua Pengelola/Penanggung Jawab       : Suyanto, S. Sos, M.M
™  Pelaksana layanan Teknis
            Teknis  I               : Siti Gunaryanti
            Teknis II              : Achmad Aminullah
™  Pelaksana Layanan Pengguna
            Teknis III              : Ulfah Fatimah
            Teknis IV              : Sudarsono
Banyak terjadi perubahan pada ketua pengelola/penanggung jawab dikarenakan sedang melanjutkan studi ilmu perpustakaan. Sehingga yang awalnya menjadi ketua diganti menjadi tenaga teknis. Namun perubahan tersebut hanya sementara, dan akan berubah kembali setelah prosedur dan penetapan yang dilakukan tersebut habis.

5.      Sarana dan Prasarana Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar
Menurut prastowo (2012:298) sarana lebih tertuju pada arti alat-alat yang dibutuhkan langsung dalam aktivitas keseharian pelayanan perpustakaan. Misalnya buku induk perustakaan, kartu anggota, mesin ketik, computer, printer, mesin sensor, kartu katalog, papan tulis, stempel dan lain-lain. Sedangkan prasarana perpustakaan adalah fasilitas penunjang utama bagi terselenggaranya kegiatan pelayanan perpustakaan. Misalnya rak buku, rak surat kabar, meja kerja, meja sirkulasi, almari, kereta buku, ruang perpustakaan dan sebagainya.
Perpustakaan sebagai sarana dan prasarana sumber informasi untuk digunakan dan dimanfaatkan pemakai memiliki peran yang sangat penting. Untuk peprustakaan Politeknik Kesehatan Malang memiliki sarana dan prasarana yang menunjang dalam keberhasilan tujuan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang. Adapun sarana dan prasarananya yaitu :
a.    Komputer yang terdiri dari 6 yang digunakan untuk pengolahan dan penyimpanan data-data perpustakaan. Satu komputer berada di layanan sirkulasi untuk mendata  dan penghitungan peminjaman dan jumlah pengunjung setiap bulannya. Dan 5 diantaranya diruang pengolahan buku penunjang dan referensi
b.    Printer dengan jumlah 3 buah
c.    Menyediakan koleksi rekam berupa DVD skripsi/KTI
d.   Menyediakan bahan pustaka berupa buku teks, penunjang matakuliah, koleksi referens (jurnal ilmiah, majalah ilmiah kesesehatan, laporan penelitian, skripsi/Karya Tulis Ilmiah ) dan surat kabar, yang berlangganan 3 terbitan setiap harinya yakni Jawa Post, Koran Sindo,dan Kompas.
e.    Ruang baca (meja dan kursi baca) yang difasilitasi dengan wifi dan AC
f.     Rak Koleksi bahan pustaka
g.    Ruang pengolahan
h.    Meja sirkulasi
i.      Ruang Pengolahan
j.      Meja kerja pustakawan
k.    Loker

6.      Kelemahan dan Kelebihan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar
Perpustakaan tidaklah selalu sempurna. Walaupun sempurna dengan sarana prasarana dan fasilitas yang lengkap, namun perpustakaan pasti terdapat satu atau dua kekurangan dalam pelaksanaannya baik itu dari pihak pustakawannya, pemakainya atau koleksinya yang masih kurang memadai.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang merupakan perpustakaan konvensional yang masih terdapat banyak kekurangan dalam pengelolaan, pengembangan berdasarkan perkembangan teknologi informasi di era globalisasi saat ini. Namun, perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang juga memiliki kelebihan yang cukup digemari oleh pemakai sehingga pemakai merasa nyaman dengan keberadaan perpustakaan yang bersifat tradisionla tersebut.
Adapun kelebihan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang adalah
1.      Jumlah eksemplar yang banyak
2.      Petugas yang ramah
3.      Pemantauan koleksi yang lebih mudah
4.      Kapasitas wifi yang besar
Sedangkan kekurangan dari perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang adalah  :
1.      Belum terautomasi
2.      Fasilitas ruang kerja juga kurang memenuhi standar.
3.      Untuk ukuran perpustakaan kampus pusat menurut kelompok kami kurang memadai karena terlalu kecil.
4.      Fasilitas kamar mandi dan musholla untuk pengunjung juga belum ada.
5.      Belum adanya layanan internet gratis selain fasilitas wi-fi.
6.      Pelayanan sirkulasi masih menggunakan layanan konvensional.
7.      Stoke opname nya 3 tahun sekali jadi kurang efektif untuk buku-buku yang ada di perpustakaan.
8.      Loker barang yang tidak dijaga oleh petugas

7.      Kegiatan dan Program Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar
a.    Program Kegiatan Harian :
-          Menjaga Kebersihan & Kerapian ruang kerja dan sekitarnya serta pemeliharaan;
-          Melayani dan menyelesaikan tugas sehari-hari, seperti pelayanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka (peminjaman Sirkulasi, Referensi, Baca di tempat dan pinjaman sementara), merekap jumlah peminjam dan pengunjung perpustakaan, pemrosesan bahan koleksi perpustakaan/prosesing, katalogisasi, klasifikasi, pengkodean, pelabelan, penyetempelan, pemberian identitas buku serta penempatan buku sesuai dengan klasnya)
-          Menyelesaikan tugas-tugas yang sifatnya mendadak;
-          Menandatangani presensi/daftar hadir;
b.   Program Kegiatan Mingguan:
-          Mengikuti Upacara apel setiap hari minggu
c.    Program Kegiatan Bulanan:
-          Mempersiapkan presensi siswa;
-          Merekapitulasi peminjaman, pengembalian, pengunjung & pengguna  perpustakaan;
-          Merekapitulasi pembelian bahan pustaka;
-          Merekapitulasi penambahan bahan koleksi;
-          Membuat Laporan Bulanan (perbulan dan tiga bulan)
d.   Program Kegiatan Tahunan:
-          Melakukan kegiatan pengadaan bahan pustaka
-          Mempersiapkan daftar peminjam harian dan rekapitulasinya;
-          Mempersiapkan daftar peminjam sementara dan rekapitulasinya;
-          Mempersiapkan daftar pengunjung dan rekapitulasinya;
-          Mempersiapkan daftar pengguna dan rekapitulasinya;
-          Pembuatan Laporan Tahunan.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang merupakan perpustakaan yang masih tergolong konvensional sehingga dalam pengelolaannya masih bersifat tradisional. Pustakawan yang ramah dan baik sebagai prioritas utama dalam pelayanan kepada pengguna, sehigga meskipun pengelolaannya masih sederhana namun pelayanannya cukup  memuaskan bagi pengguna.
Adapun struktur organisasi terdiri dari ketua pengelola perpustakaan, layanan teknis dan layanan pengguna berdasarkan pedoman perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang. Layanan yang ada di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang meliputi layanan baca / layanan Pemakai, layanan wifi gratis, layanan refrensi, layanan loker dan layanan pengunjung bar.
Penggunaan teknologi informasi di perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang masih terbilang masih dini. Perpustakaan yang ada disana masih konvensional. Terbukti saat diadakan PKL disana baru diadakan  otomasi dan pengentryan buku (memasukkan buku).
Koleksi yang ada terdiri dari buku teks, berupa buku penunjang matakuliah. Referens, berupa jurnal ilmiah, majalah ilmiah kesesehatan, laporan penelitian, skripsi/Karya Tulis Ilmiah (KTI) dan Surat kabar, yang berlangganan 3 terbitan setiap harinya yakni Jawa Post, Koran Sindo,dan Kompas.

B.     Saran
Untuk kelebihan dan kekurangan kami menyimpulkan bahwa sedikit kelebihan yang ada di perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang yang berarti masih banyak kekurangan yang ada di perpustakaan. Untuk pengembangan  perpustkaan selanjutnya. Kami mencoba untuk memberikan sebuah aplikasi senayan meranti untuk memperbaiki sistem pelaksanaannya. Serta memperlengkap fasilitas-fasilitas seperti toilet atau mushalla, sehingga mahasiswa tidak harus keluar perpustakaan ketika ingin buang air.




DAFTAR RUJUKAN
Nurul. 2013. Pusat Sumber Belajar. (online). (http://nurul-pai.blogspot.com/2013/01/pusat-sumber-belajar.html). Diakses pada 24 februari 2014.
Politeknik Kesehatan Kemenkes. 2011. Pedoman Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Malang: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Prastowo, Andi. 2012. Manajemen Perpustakaan Sekolah Profesional. Jogjakarta : Diva.
Sutarno. 2006. Manajemen perpustakaan : Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta : Sagung Seto.
Ini Video Presentasi saya:



Komentar

Postingan Populer