Laporan Pusat Sumber Belajar Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang
Oleh: Ulfaa Ishtuufia (110213306160)
A.
Latar
Belakang
Perpustakaan merupakan salah satu sarana
dan prasarana yang disediakan untuk memperoleh ilmu dan informasi yang
dibutuhkan baik berupa karya cetak maupun non cetak dengan fasilitas dan
layanan yang memuaskan. Dalam hal ini, perpustakaan memberikan kemudahan dalam
mengakses informasi yang diperlukan baik bagi pelajar, mahasiswa, dosen/guru,
peneliti maupun masyarakat umum tergantung dengan jenis perpustakaannya.
Seperti halnya perpustakaan perguruan tinggi yang menjadi pusat sumber
belajar dan mendukung tridarma perguruan
tinggi berupa pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Perguruan tinggi
merupakan jenjang lembaga pendidikan tertinggi setelah sekolah khususnya dalam
pengelolaan perpustakaan yang dijadikan sebagai jantung sekolah. Dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990 tentang pendidikan tinggi dimuat
ketentuan mengenai perpustakaan, pada pasal 27 butir 7 angka 10, pasal 34 ayat
(2); Pasal 55 ayat (1); Pasal 69 ayat (1); Pasal 82 ayat (1), dan Pasal 95 ayat
(1), yang pada dasarnya menyatakan bahwa perpustakaan adalah unsur penunjang
yang perlu ada pada semua bentuk perguruan tinggi, mulai dari universitas,
institute, sekolah tinggi, politeknik maupun akademi. Perpustakaan perguruan
tinggi merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang menunjang pelaksanaan
Tridarma Perguruan Tinggi.
Perkembangan teknologi di era sekarang menuntut pengelolaan perpustakaan berbasis pada teknologi Informasi. Hal ini sebagai pemicu pustakawan untuk siap dan tanggap terhadap perubahan paradigma perpustakaan yang hanya sebagai gudang buku. Perpustakaan yang dipandang sebelah mata, kini akan menjadi sorotan utama dalam pendidikan. Menurut Undang-Undang RI No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan perguruan tinggi menjelaskan bahwa perpustakaan pergururan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi. Kebijakan ini sangat menuntut perpustakaan dalam melayankan segala fasilitas yang ada dengan bantuan teknologi informasi yang mana pustakawan harus memiliki keterampilan dalam bidang ilmu perpustakaan. Oleh karena itu, peran pustakawan sangatlah penting dalam pengembangan perpustakaan.
Pengelolaan
perpustakaan di perguruan tinggi dinilai dapat menjadi prioritas utama
pustakawan untuk menguasai semua kinerja ilmu perpustakaan yang nantinya juga
akan menjadi bekal dalam mengembangkan perpustakaan sekolah. Jadi,tuntutan profesionalitas pustakawan dapat dengan mudah
diaplikasikan.
Perpustakaan
Politeknik Kesehatan Malang merupakan salah satu tempat Praktek Kerja Lapangan.
Di samping itu, Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang memiliki kegiatan
berupa pengadaan, pengolahan, sirkulasi dan kegiatan lainnya yang ada di
Perpustakaan Politeknik Malang sesuai dengan kriteria perpustakaan yang
dijadikan sebagai tempat PKL berdasarkan perintah dari pihak fakultas. Meskipun
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang masih belum menerapkan automasi
perpustakaan dalam pelayanannya, namun sudah memiliki empat cabang perpustakaan
yang secara sistematis koleksi dapat diakses secara online oleh semua mahasiswa
politeknik kesehatan. Empat cabang perpustakaan tersebut berupa Perpustakaan
Politeknik Kesehatan Jember, Perpustakaan Politeknik Kesehatan Blitar,
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kediri , Perpustakaan Politeknik Kesehatan Lawang
dan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusatnya. Oleh karena itu,
untuk meningkatkan lagi system automasi perpustakaan kami bertujuan untuk
membantu para pustakawan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang menjadi lebih
sempurna sesuai dengan ilmu yang telah kami peroleh di bangku kuliah sehingga
dapat diaplikasikan dengan baik dan benar.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa
Tujuan, Fungsi dan Manfaat Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat
Sumber Belajar?
2. Bagimana
Personalia dan Pengelolaan Pelayanan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
sebagai Pusat Sumber Belajar?
3. Bagaimana
Pola Manajemen Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber
Belajar?
4. Bagaimana
Pengorganisasin dan Kelembagaan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
sebagai Pusat Sumber Belajar?
5. Bagaimana
Sarana dan Prasarana Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat
Sumber Belajar?
6. Bagaimana
Kelemahan dan Kelebihan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat
Sumber Belajar?
7. Bagaimana
Kegiatan dan Program Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat
Sumber Belajar?
C.
Tujuan
1. Mendeskripsikan
tujuan, fungsi dan manfaat perpustakaan
Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar.
2. Mendeskripsikan
personalia dan pengelolaan pelayanan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
sebagai pusat sumber belajar.
3. Mendeskripsikan
pola manajemen perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat sumber belajar.
4. Mendeskripsikan
pengorganisasin dan kelembagaan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
sebagai pusat sumber belajar.
5. Mendeskripsikan
sarana dan prasarana perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat
sumber belajar.
6. Mendeskripsikan
kelemahan dan kelebihan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat
sumber belajar.
7. Mendeskripsikan
kegiatan dan program perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat
sumber belajar.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pusat Sumber Belajar
Pusat sumber belajar jika didefinisikan
satu persatu menurut Kamus Praktis Bahasa Indonesia berupa ‘pusat’ yang berarti
pokok atau pangkal yang menjadi pumpunan, sedangkan ‘sumber’ berarti tempat
atau asal dan ‘belajar’ adalah kegiatan individu memperoleh pengetahuan, perubahan perilaku, dan
keterampilan dengan cara mengolah bahan ajar. Jika digabungkan, pusat sumber
belajar merupakan tempat yang dijadikan sebagai pumpunan atau acuan individu
melakukan sesuatu untuk memperoleh ilmu pengetahuan, mengubah perilaku,
keterampialan dan mengolah bahan ajar.
Terdapat beberapa pendapat yang
mengemukakan pengertian pusat sumber belajar, yakni diantaranya :
1.
Pusat Sumber Belajar (PSB) merupakan pemusatan
secara terpadu berbagai sumber belajar yang meliputi orang, bahan, peralatan,
fasilitas lingkungan, tujuan dan proses. Secara umum PSB berisi
komponen-komponen perpustakaan, pelayanan audio-visual, peralatan dan produksi,
tempat berlatih mengembangkan kegiatan program instruksional dan tempat
mengembangkan alat-alat bantu dalam pengembangan sistem instruksional.
2.
Menurut
Zainuddin, 1984 PSB merupakan tempat bagi tenaga kependidikan untuk
mengembangkan bahan-bahan pengajaran dengan bantuan multimedia pendidikan
terpadu yang terdiri atas unsur-unsur perpustakaan, workshop, audio-visual dan
laboratorium
3.
Menurut Sukorini (Warsito,2008:215), pusat
sumber belajar merupakan tempat di mana berbagai jenis sumber belajar
dikembangkan, dikelola dan dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan efektivitas
dan efisiensi dalam kegiatan pembelajaran.
4.
Merril dan Drob berpendapat bahwa pusat
sumber belajar merupakan suatu aktivitas yang terorganisasi yang berhubungan
dengan kurikulum dan pembelajaran pada suatu satuan pendidikan (Warsito,
2008:215).
Dari pengertian tersebut,
dapat disimpulkan bahwa pusat sumber belajar merupakan salah satu tempat
pemusatan dalam menunjang proses pembelajaran yang didalamnya terdapat
pengelolaan dan pengembangan untuk mencapai tujuan pembelajarannya. Dengan kata
lain, pusat sumber belajar berupa perpustakaan dimana perpustakaan merupakan
suatu wadah yang didalamnya terdapat pengelolaan, pengembangan bahan pustaka
untuk mencapai tujuan pendidikan pemakainya. Untuk itu, pusat sumber belajar
merupakan bagian yang sangat pokok dalam mencapai tujuan berdasarkan jenis
perpustakaannya.
B.
Gambaran
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang Sebagai Pusat Sumber Belajar
Politeknik
Kesehatan Kemenkes Malang yang disingkat Poltekkes Kemenkes Malang, merupakan Pendidikan
Tinggi Profesional Bidang Kesehatan milik Kementerian Kesehatan RI. Berdasarkan
SK Menkes RI nomor : 1207/Menkes/SK/X/2001 dan Peraturan Menkes no.
890/Menkes/Pen/VIII/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Poltekkes,
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang merupakan salah satu dari 33 (tiga puluh
tiga) Politeknik Kesehatan yang ada di Indonesia. Politeknik Kesehatan Kemenkes
Malang merupakan gabungan dari 3 Akademi Kesehatan yaitu Akademi Keperawatan,
Akademi Kebidanan dan Akademi Gizi. Kantor Direktorat (Pusat) nya berkedudukan
di Jalan Besar Ijen 77 C Malang.
Dan pada tahun
2007 Struktur Organisasi berubah Berdasarkan Permenkes No. 890 Tahun
2007 menjadi : Politeknik Kesehatan Depkes (berubah menjadi : Kemenkes)
Malang yang terdiri dari 14 Program Studi antara lain : Program Studi D3
Keperawatan Malang, Blitar dan Lawang; Program Studi D3 Kebidanan Malang,
Jember dan Kediri; Program Studi D3 Gizi Malang; Program Studi D4 Keperawatan
Medikal Bedah (Perioperatif, Keperawatan Diabetes Melitus dan Edukator), Keperawatan Anak dan Jiwa;
Program Studi D4 Bidan Pendidik, D4 Bidan Klinik serta Program Studi D4 Gizi
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
merupakan salah satu bagian dari perpustakaan perguruan tinggi yang di dalamnya
terdapat kegiatan pengelolaan, pengembagan dn pelestarian terhadap bahan
pustaka yang disediakan. Kegiatan ini terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan
pemakai sebagai sasaran dalam mencapai visi dan misi Politeknik Kesehatan
Malang. Adapun Visi Politeknik Kesehatan Malang yakni “menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan kompetitif” yang visinya yakni :
1.
Menyelenggarakan
pendidikan dengan kurikulum berbasis kompetensi
2.
Melaksanakan
kegiatan penelitian guna pengembangan pengetahuan dan teknologi di bidang
kesehatan
3.
Melaksanakan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab civitas
akademika
4.
Melaksanakan
kegiatan yang dapat menumbuhkan soft skill sebagai upaya peningkatan
pencitraan institusi
5.
Meningkatkan
kemampuan IT pada civitas akademika serta layanan administrasi.
1.
Tujuan,
Fungsi dan Manfaat Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat
Sumber Belajar
Dalam memenuhi visi dan misi tersebut,
Perpustakaan Politeknik kesehatan Malang memiliki fungsi, tujuan dan manfaat
sebagai pusat sumber belajar, diantaranya :
1.
Tujuan
a.
Untuk memenuhi kebutuhan informasi yang
dibutuhkan pemakai dalam menyelesaikan tugas dari dosen, tugas akhir
perkuliahan, penelitian maupun kebutuhan informasinya sendiri.
b.
Membantu kesulitan pemakai dalam mencari
informasi dengan memberikan alternative buku lain yang tidak jauh berbeda
dengan informasi yang diinginkan.
c.
Menerima usulan buku yang diminta oleh
mahasiswa maupun dosen.
2.
Fungsi
a.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
tidak hanya sebagai penyedia informasi, namun juga mampu memberikan masukan
kepada dosen dalam pembelajaran
b.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
sebagai layanan peminjaman mahasiswa, dosen maupun peneliti untuk kegiatan yang
dijalaninya.
c.
Perpustakaan Politeknik kesehatan Malang
sebagai tempat pengelolahan berupa bahan pustaka dengan mengadakan, mengolah
serta melayankan kepada pemakai untuk mempermudah dalam pencariannya.
3.
Manfaat
a.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
sebagai sarana menunjang kegiatan belajar dan mengajar baik mahasiswa maupun
dosen.
b.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
sebagai wadah untuk memperoleh sumber referensi relevan terutama dalam kegiatan
penelitian atau penulisan karya tulis berupa skripsi, Karya Tulis Ilmiah (KTI),
jurnal Ilmiah, laporan penelitian, dan majalah ilmiah.
c.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
sebagai wadah memperoleh informasi dan pengetahuan tambahan dalam memenuhi
informasi secara luas dalam bidang kesehatan.
d.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
sebagai sarana hiburan dengan menyediakan fasilitas berupa wifi (koneksi
internet gratis) untuk mengakses informasi dari web yang dapat menghibur
pemakai.
2.
Personalia
dan Pengelolaan Pelayanan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai
Pusat Sumber Belajar
Personalia dalam perpustakan bisa disebut
dengan pustakawan. Menurut Qalyubi, 2007: 4 pustakawan adalah orang yang
bekerja di perpustakaan atau lembaga sejenisnya dan memiliki pendidikan
perpustakaan secara formal (di Indonesia
kriteria pendidikan minimal D2 dalam bidang ilmu perpustakaan, dokumentasi dan
informasi). Dalam pengertian tersebut, pustakawan haruslah mampu dan terampil
dalam semua bidang perpustakaan.
Secara umum, syarat personalia harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Memiliki keterampilan sesuai bidangnya
2. Mampu Terampil mengembangkan media pembelajaran
3. Mampu Terampil menyiapkan bahan pembelajaran
4. Mampu Terampil mengakses data dan informasi (online/ offline)
5. Mampu merawat peralatan PSB
Pustakawan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagian mampu memenuhi persyaratan personalia sebagai pusat sumber belajar. Berdasarkan syarat di atas, adapun penjelasannya yakni :
Secara umum, syarat personalia harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Memiliki keterampilan sesuai bidangnya
2. Mampu Terampil mengembangkan media pembelajaran
3. Mampu Terampil menyiapkan bahan pembelajaran
4. Mampu Terampil mengakses data dan informasi (online/ offline)
5. Mampu merawat peralatan PSB
Pustakawan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagian mampu memenuhi persyaratan personalia sebagai pusat sumber belajar. Berdasarkan syarat di atas, adapun penjelasannya yakni :
1.
Keterampilan
sesuai bidangnya yakni terdiri dari 5 petugas perpustakaan, 2 pustakawan
jurusan perpustakaan 3 lainnya dari jurusan lain.
2.
Pengetahuan
yang memadai untuk desain pembelajaran: walau ada pustakawan yang lulusan ilmu
perpustakaan, kurang mengetahui tentang desain pembelajaran yang ada di
Poltekkes.
3.
Pustakawan
kurang terampil dalam mengembangkan media pembelajaran, dapat dilihat dari
tidak adanya media pembelajaran yang digunakan untuk mendukung proses
pembelajaran bagi mahasiswa.
4.
Pustakawan
kurang terampil dalam mengakses data dan informasi. Dapat dilihat dari kurang
aktifnya web perpustakaan yang dimiliki Politeknik Kesehatan Malang.
5.
Pustakawan
kurang mampu merawat peralatan PSB. Buku hanya dibersihkan dengan kemoceng.
Tidak adanya restorasi yang berjalan di Politeknik Kesehatan Malang. Pengamanan
bahan pustaka juga tidak ada.
Sedangkan untuk pengelolaan perpustakaan
Politeknik Kesehatan Malang pada umumnya terdiri dari empat prinsip pengelolaan
pelayanan. Pertama, pengelolaan
koleksi, kedua fasilitas, ketiga pelayan/petugas dan keempat pemakai. Keempat unsur ini
saling berkaitan dalam berjalannya kegiatan perpustakaan sebagai pusat sumber
belajar.
Pertama,
pengelolaan Koleksi. Dalam pengelolaan koleksi, perpustakaan perguruan tinggi
yang memiliki tugas memilih dan mengadakan, mengolah dan melayankan bahan
koleksi di perguruan tinggi. Dengan pengertian bahwa perpustakaan Politeknik
Kesehatan Malang memiliki tugas memilih dan mengadakan, mengolah dan melayankan
koleksi kesehatan berdasarkan jurusan yang ada.
Pengelolaan koleksi perpustakaan Politeknik
Kesehatan Malang dimulai dengan kegiatan pengadaan. Pengadaan dilakukan dari
kumpulan referensi yang diajukan oleh dosen masing-masing jurusan, kemudian
diusulkan ke ketua jurusan. Setelah sampai pada ketua jurusan menuju ke kepala
unit baru langsung ke bagian direktorat di bagian pengadaan (pembelian). Perpustakaan
Politeknik Kesehatan Malang bukanlah perpustakaan yang berdiri sendiri yang
memiliki manajemen sendiri, namun perpustakaan di sini berada di bawah naungan
direktorat sebagai pimpinan tertinggi di Politeknik Kesehatan Malang. Maka dari
itu, perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang tidak melakukan pengadaan dari
pihak perpustakaannya sendiri, namun dari bagian direktorat. Dari kegiatan
pengadaan kemudian koleksi diolah berdasarkan aturan pengolahan bahak koleksi
perpustakaan. Mulai dengan kegiatan stempel, klasisfikasi, memasukkan ke nomor
induk, diberi label dan lidah buku baru di shelving di rak buku berdasarkan
subyek buku.
Kedua,
fasilitas. Tidak banyak fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan Politeknik
Kesehatan Malang. Dari segi penataan gedung dan ruangnya cukup sederhana. Hal
ini menunjang dengan keberadaan fasilitas yang diberikan di Perpustakaan
Politeknik Kesehatan Malang. Fasiltasnya terdiri dari ruang baca termasuk meja dan kursi baca, loker, rak
koleksi referensi, rak koleksi
penunjang matakuliah, meja
sirkulasi, ruang pengolahan, meja
kerja pustakawan, wifi
dan AC. Perpustakaan Politeknik
Kesehatan Malang masih tergolong perpustakaan konvesional, maka dari tu
fasilitas masih bersifat tradisional dan seadanya.
Ketiga, pelayan/petugas. Ini merupakan unsur penting dalam proses pelayanan yang
ada diperpustakaan. Pelayan perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang lebih
mengutamakan pada keramahan, kesopanan dan kedekatan petugas dengan pengguna.
Terbukti bahwa petugas perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang ramah, baik,
cekatan dalam membantu pengguna kesulitan dalam mencari bahan pustaka sehingga
petugas dan pengguna memiliki kedekatan dan keterbukaan dalam bidang pemnuhan
informasi.
Keempat, pemakai. Pemakai adalah obyek yang dijadikan sebagai memanfaatkan bahan
pustaka yang disediakan di perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang. Pengguna
meliputi dosen, mahasiswa, peneliti maupun pihak lain yang terdaftar sebagai
pengguna di civitas akademi Politeknik Kesehatan Malang. Semua isi yang ada di
perpustakaan bertujuan untuk pengguna atau pemakai perpustakaan, baik dari segi
sarana dan prasarana, fasilitas dan layanannya.
3.
Pola
Manajemen Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar
Menurut Sutarno (2006:20) manajemen
perpustakaan adalah pengelolaan perpustakaan yang didasarkan pada teori dan
prinsip-prinsip manajemen. Teori manajemen adalah suatu konsep pemikiran atau
pendapat yang dikemukakan mengenai bagaimana ilmu manajemen untuk diterapkan di
dalam suatu organisasi. Prinsip-prinsip manajemen terdiri dari kepemimpinan,
penatalaksanaaan, pengendalian dan pemanfaatan sumber-sumber daya agar mendapat
hasil yang maksimal.
Di dalam manajemen
perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai pusat sumber belajar terdiri
dari bidang-bidang kegiatan yang mengatur jalannya perpustakaan agar dapat
mencapai tujuan dan memberikan kemudahan dalam proses belajar. Kegiatan yang
dilakukan berupa kegiatan pengadaan, pengolahan, layanan sirkulasi dan
pengembangan teknologi informasi yang baru akan dirintis. Pada kegiatan ini,
pergantian tugas dilakukaan selama seminggu sekali sehingga masing-masing
mahasiswa memahami dan mengetahui cara kerja pada setiap bagian. Adapun rincian
pembagian tugas kegiatan di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai
berikut :
Pengadaan
|
Pengolahan
|
Layanan
Sirkulasi
|
Pengembangan
TI
|
|
Minggu
1
|
-
|
M. Fajar B. M.
Pindyana A
|
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
|
Febriatul A
|
Minggu
2
|
-
|
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
|
Pindyana A
Febriatul A.
|
M. Fajar B. M.
|
Minggu
3
|
-
|
M. Fajar B. M.
Febriatul A
|
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
|
Pindyana A
|
Minggu
4
|
-
|
Febriatul A
Pindyana A
|
Pindyana A
|
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
|
Minggu
6
|
-
|
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
|
Pindyana A
M. Fajar B. M.
|
Febriatul A
|
Minggu
7
|
-
|
M. Fajar B. M.
Febriatul A
Pindyana A
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
|
-
|
-
|
Minggu
8
|
-
|
M. Fajar B. M.
Febriatul A
Pindyana A
Milla Navi’ Z
Ulfaa Isthuufia
|
-
|
-
|
Minggu
9
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Berikut rincian kegiatan dari masing-masing
bagian perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang yang dilakukan :
1.
Bagian
Pengadaan
Pengadaan
merupakan salah satu kegiatan dalam serangkaian pengembangan koleksi
perpustakaan. Biasanya pengadaan ini berupa usulan suatu bahan pustaka kepada
perpustakaan yang dilakukan baik dari pihak pustakawan maupun pihak pengunjung
perpustakaan. Kegiatan yang merupakan implementasi dari keputusan dalam
melakukan seleksi yang mencakup semua kegiatan untuk mendapatkan bahan pustaka yang telah dipilih
dengan cara membeli, tukar-menukar dan hadiah dan penyelesaian administrasinya.
Pada umumnya pengadaan memiliki 3 kegiatan yang utama yaitu pertama,
pemilihan atau seleksi bahan pustaka. Kedua, pengadaan bahan pustaka melalui pembelian, hadiah, droping, sumbangan, tukar menukar dll. Ketiga, inventarisasi bahan pustaka yang
telah diadakan serta membuat statistik pengadaan.
Menurut Darmono
(2007: 60) mengartikan bahwa “Pengadaan adalah kegiatan untuk mendapatkan
sumber informasi yang telah dipilih untuk ditambahkan pada koleksi
perpustakaan.” Dari uraian pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa
pengadaan bahan pustaka adalah rangkain kegiatan untuk menghimpun dan
menyeleksi bahan pustaka yang sekaligus berdasarkan peraturan kebijakan pengadaan
bahan pustaka di perpustakaan masing-masing, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi
yang diminati penggunanya. Umumnya pengadaan bahan pustaka dilakukan dengam
pembelian, hadiah, sumbangan bahkan droping
buku dari pemerintah baik buku pelajaran maupun buku penunjang lainnya. Prinsip
pedoman pemilihan bahan pustaka pun memiliki perbedaan pada tiap perpustakaan.
Prinsip seleksi inilah yang mendasari sebagai suatu acuan yang digunakan
perpustakaan sebagai pemilihan bahan pustaka.
Setelah
ditetapkan prinsip dasar pemilihan bahan pustaka, maka perlu menyeleksi bahan
pustaka yang cocok dengan prinsip dasar tersebut untuk diadakan. Tugas lain
dari pengadaan adalah mengembangkan koleksi, yaitu sebuah kegiatan yang
mengembangkan bahan koleksi yang telah ada di perpuatakaan Poltekkes
KemenkesMalang sehingga dapat lebih baik dan dapat memenuhi kebutuhan pemakainya.
Pada kegiatan
pengadaan bahan pustaka di Perpustakaan PoltekkesKemenkes Malang ini memiliki
beberapa tahapan. Pertama, para dosen
mengajukan rekomendasi judul-judul buku kepada Direktorat, karena pengadaan
buku langsung dibawah kewenangan Direktorat bukan perpustakaan itu sendiri. Kedua, dilakukan penyeleksian bahan
pustaka yang sesuai dengan kebutuhan dengan list daftar yang diterima untuk
dibuat daftar pemesanan yang siap dikirim ke penerbit atau toko buku. Ketiga, dilakukan pengecekan kesesuaian terhadap
daftar pesanan dengan buku yang telah dikirim ke perpustakaan. Keempat, dilakukan pengumpulan dan
pengarsipan nota-nota pembelian buku sebagai tanda bukti pembelian yang nanti
juga dilampirkan dalam laporan tahunan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap
tahunnya. Mengapa mahasiswa tidak diikutsertakan dalam pengusulan pengadaan
buku dan hanya dosen saja? Karena para dosen lebih mengerti buku apa yang lebih
dibutuhkan untuk mendukung perkuliahan. Serta kebanyakan buku-buku medis dan
kesehatan tidak dijual penerbit atau toko buku pada umumnya .
Selain kegiatan
pengadaan bahan pustaka buku juga dilakukan pengadaan bahan pustaka non buku
seperti Koran dan tabloid. Di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang kegiatan
pengecekan dan pemberian identitas seperti stempel pada bahan pustaka non buku
ini dilakukan setiap hari. Bahan pustaka non buku yang berlangganan di
Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang ini yaitu Koran antara lain Jawa Pos,
Kompas, Surya dan Sindo. Kemudian tabloid yaitu Tabloid Bidan dan Sanitas.
Selain itu juga berlangganan majalah yang diantaranya: Media Kesehatan dan
Interaksi. Juga terdapat majalah sumbangan yaitu, Buletin penelitian Kesehatan
Kegiatan
pengadaan di Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang sudah cukup baik karena
kebutuhan akan buku-buku medis dan kesehatan cukup tinggi dalam mendukung
proses perkuliahan. Namun terdapat beberapa permasalahan dalam pengadaan bahan pustaka, pertama sering terjadi pengadaan
buku berkali-kali dari pembelian dan sumbangan dalam kurun waktu dekat, sehingga
mengakibatkan penumpukan buku yang berlebihan untuk dikirim ke bagian
pengolahan. Karena tenaga di pengadaan tidak seimbang dengan volume pekerjaan. Kedua, tanggal datangnya koran, tabloid
dan majalah tidak sesuai dengan data di buku penerimaan bahan pustaka non buku.
2.
Bagian
Pengolahan
Setelah melakukan kegiatan di bagian
pengadaan. Selanjutnya buku diolah berdasarkan prosedur pengolahan bahan
pustaka yang ditetapkan oleh lembaga. Kegiatan pengolahan bahan pustaka
merupakan kegiatan mengolah koleksi cetak maupun noncetak sebelum disajikan atau dipublikasikan kepada pengguna. Menurut
Sri Mulyani, pengolahan bahan pustaka merupakan kegiatan pokok dalam rangkaian
kegiatan perpustakaan, karena suatu bahan pustaka belum dapat ditelusur atau
dimanfaatkan oleh pengguna perpustakaan apabila belum dilakukan pengolahan
terhadap bahan pustaka tersebut. Kegiatan pengolahan umumnya meliputi
inventarisasi, mengklasifikasi, mengatalogisasi, memberi label buku, memberi
lidah buku/kantong buku dan yang terakhir proses shelving.
Pada Perpustakaan Politeknik Kesehatan
Malang, kegiatan PKL dibagian pengolahan bahan pustaka memiliki beberapa
tahapan yang di awali dengan inventarisasi berupa pemberian stempel sebagai
identitas lembaga, pemberian nomor register berdasarkan buku induk dan
pemberian kode buku. Cara penulisan di buku induk, urutan nomor buku selalu
diawali dengan angka 001 dan diikuti dengan tahun pengadaan buku tersebut.
Setelah inventarisasi selesai, buku dibawa ke bagian pengolahan untuk
diklasifikasi. Proses klasifikasian ditentukan dengan subyek buku. Koleksi
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang umumnya berupa koleksi mengenai
berbagai bidang kesehatan saja dan aspek lain yang masih dalam lingkup
kesehatan. Untuk itu, dalam penentuan subyek buku instansi menggunakan subyek
berdasarkan jurusan yakni mengenai kebidanan, keperawatan dan gizi dengan
tujuan untuk mempermudah pendataan buku yang ada pada masing-masing jurusan.
Namun untuk buku penunjang dengan aspek lain, tetap berdasarkan pada pedoman DDC.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
tergolong perpustakaan konvensional, namun masih dalam proses pengembangan
berbasis teknologi informasi. Dalam pencarian bahan pustaka, mahasiswa langsung
datang ke rak buku untuk mencari bahan pustaka tanpa menggunakan katalog
terlebih dahulu. Untuk itu karena kurangnya efektifitas manfaat katalog buku,
dalam pembuatannya dilakukan pada saat pengklasifikasian dan disimpan di dalam
data komputer.
Langkah selanjutnya yaitu pemberian
label dan lidah buku. Pencetakan label dilakukan secara manual yakni pada
setiap judul dan banyaknya eksemplar. Setelah label dicetak, label atau nomor punggung dipasang pada
punggung buku dengan ukuran 5 cm dari bagian bawah punggung buku. Proses ini
dibarengi dengan pemberian lidah buku diletakkan pada bagian belakang buku
sebagai tanda peminjaman dan pengembalian buku tersebut. Setelah itu, baru buku
di entri ke dalam database. Data base yang digunakan berupa slims meranti,
Database ini salah satu percobaan dalam pengembangan perpustakaan berbasis
teknologi informasi di Politeknik Kesehatan Malang. Untuk penyempurnaannya
masih menunggu waktu dan dana turun dalam aplikasinya.
Tahap terakhir pengolahan yaiu
peletakkan koleksi di rak (shelving). Proses ini, berdasarkan pada
masing-masing subyek yang sudah ditentukan. Ada 3 ketentuan dalam proses
shelving. Pertama, buku diletakkan
berdasarkan subyek. Kedua,buku
diletakkan berdasarkan urutan nomor klasifikasi dan ketiga, buku diletakkan berdasarkan berdasarkan subyek dan diikuti
klasifikasi.
Pada tahap pengolahan ini, tidak semua
buku disampul untuk menghindari kerusakan pada buku tersebut. Di samping
mahasiswa yang tidak terlalu banyak, juga kekurangan tenaga untuk penyampulan
buku.
Adapun kekurangan dalam kegiatan
pengolahan ini adalah tidak memiliki ruang tersendiri dalam pelabelan, stempel,
pemberian nomor punggung dan lidah buku, dalam kegiatan entri buku masih banyak
koleksi yang salah dalam penomoran klasifikasi buku serta jumlah eksemplar yang
ada dirak tidak sesuai dengan yang ada dibuku induk dan untuk kegiatan
shelving, tidak dilakukan oleh petugas perpustakaan tapi oleh mahasiswa sendiri
setelah membaca diruang baca sehingga penataan buku dirak berantakan. Di bagian
pengolahan tidak ada kelebihan dikarenakan kinerja yang dilakukan masih
konvensional.
3.
Bagian
Layanan Sirkulasi
Kata
sirkulasi berasal dari bahasa inggris “Circulation” yang berarti
perputaran, peredaran, seperti pada “ sirkulasi udara” sirkulasi uang dan
sebagainya. Dalam ilmu perpustakaan, sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman
namun demikian pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua
bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan, penggunaan
koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan
pengguna jasa perpustakaan (Lasa Hs., 1993 : 1). Peminjaman, pengembalian dan
perpanjangan waktu meminjam buku-buku perpustakaan merupakan tugas pokok dari
bagian sirkulasi.
Menurut
Darmono (2007:174) mengartikan bahwa “Layanan sirkulasi atau layanan peminjaman
dan pengembalian bahan pustaka adalah satu kegiatan di perpustakaan yang
melayani peminjaman dan pengembalian buku.” Sehingga layanan ini merupakan
layanan yang terpenting dalam suatu perpustakaan. Kesibukan layanan sirkulasi
ini dapat menjadi pengukur tingkat kesibukan suatu perpustakaan, karena layanan
ini yang secara langsung dapat dirasa oleh pemakai.
Bagian sirkulasi
merupakan suatu bagian yang langsung berhubungan dengan pembaca atau pengunjung
yang selalu berkembang terus. Perkembangan dari para pembaca ini mengakibatkan
timbulnya bermacam-macam problem sosial yang harus dihadapi oleh para petugas
perpustakaan. Problem-problem inilah yang meminta perhatian dan pemikiran baru.
Macam
tugas dari bagian sirkulasi yaitu:
1. Melayani
peminjaman, pengembalian dan perpanjangan waktu peminjaman buku.
2. Melayani
pendaftaran anggota perpustakaan.
3. Menarik
denda bagi anggota-anggota yang terlambat dalam mengembalikan buku-buku pinjaman.
4. Penagihan
buku-buku.
5. Memberikan
surat keterangan bebas pinjam
6. Membuat
laporan harian dan membuat statistik bahan pustaka yang dipinjam.
7. Bertanggung
jawab atas kerapihan buku-buku di rak.
Secara umum
layanan perpustakaan dibagi menjadi dua, yaitu layanan tertutup (close access) dan layanan terbuka (open access). Layanan di perpustakaan Politeknik
Kesehatan Malang menggunakan layanan terbuka. Mahasiswa bisa meminjam dan mencari buku sendiri di rak
buku.
Di perpustakaan POLTEKES Malang terdapat beberapa permasalahan yang dialami pada layanan
sirkulasi yaitu layanannya yang masih konvensional. Jadi layanan disana masih
menggunakan manual, mahasiswa harus mencatat peminjaman buku di kertas
peminjaman. Kemudian diserahkan kepada petugas perpustakaan, setelah itu
petugas perpustakaaan memberi stempel tanggal pengembalian di punggung buku dan
di kertas peminjaman buku. Setelah proses itu selesai dilakukan mahasiswa
diminta menyerahkan kartu anggota perpustakaan ata kartu mahasiswa. Lalu
petugas sirkulasi menaruh kartu itu bersama dengan kertas peminjaman di dalam
map sesuai jurusan masing-masing.
Selain
itu dalam proses pencarian buku mahasiswa mengalami kesulitan, hal itu
diakibatkan karena tidak adanya fasilitas pencarian buku seperti kartu katalog
atau OPAC. Buku- buku yang ditaruh di
rak kurang tertata rapi sehingga mahasiswa sulit mencari buku yang dibutuhkan .
Pengembalian buku pun
dilakukan secara manual, buku yang dikembalikan dicoret tanggal pengembaliannya
yang ada di punggung dan kertas peminjaman buku. Lama peminjaman di
perpustakaan Poltekkes Malang adalah satu minggu. Namun bila buku belum selesai dibaca dalm
waktu satu minggu mahasiswa boleh memperpanjang lagi selama satu minggu. Jumlah
buku yang boleh dipinjam adalah 3 buku/orang. Bila mahasiswa terlambat
mengembalikan maka dikenakan denda sebesar Rp 500,-/hari. Hari pelayanan
peminjaman perpustakaan Poltekkes Malang yaitu pada hari Senin, Rabu dan Kamis
pukul 08.00-16.00 dan pada hari Selasa dan Jumat pukul 08.00-16.30.
Namun
selain masalah-masalah yang ada pada layanan sirkulasi seperti diatas, layanan
sirkulasi memiliki keunggulan yaitu petugas yang ramah sehingga para pengguna
perpustakaan senang dengan layanan petugas sirkulasi.
4.
Bagian
Layanan Pemakai
Layanan pemakai di
perpustakaan merupakan ujung tombak perpustakaan dalam memberikan layanan bagi
pengguna. Pada masa sekarang layanan di perpustakaan tidak lagi bersifat pasif.
Layan bersifat pasif sudah lama ditinggalkan. Perpustakaan Poltekkes Malang
selalu memberi sambutan yang baik kepada pengunjung. Pustakawan yang dekat
dengan para pengunjung, terbukti dengan banyaknya para mahasiswa yang saling bertegur
sapa saat mereka datang ke perpustakaan. Itu menunjukkan bahwa pentingnya sikap
sopan dan ramah kepada pengunjung akan membawa dampak positif bagi
perpustakaan.
Secara
umum sistem layanan yang ada di perpustakaan itu dibagi menjadi dua macam yaitu
layanan yang bersifat tertutup dan layanan perpustakaan yang bersifat terbuka.
Perpustakaan Poltekkes Malang menggunakan sistem layanan terbuka. Sistem
layanan ini memungkinkan para pengguna
secara langsung memilih, menemukan dan mengambil sendiri koleksi yang ada di
Perpustakaan Poltekkes. Sehingga layanan ini memudahkan pemakai dalam
penelusuran informasi.
Jenis
layanan yang diberikan Perpustakaan Poltekkes ada beberapa macam, adalah
sebagai berikut.
a.
Layanan
Sirkulasi
Layanan
sirkulasi berada dekat dengan pintu masuk. Layanan ini dijaga oleh satu
pustakawan. Di layanan sirkulasi terjadi beberapa kegiatan layanan. Pertama, sebagai tempat penitipan kunci
loker. Karena di bagian loker tidak ada petugas penjaganya sehingga kunci loker
dititipkan di petugas bagian sirkulasi, namun keberadaan loker tetap bisa
dikontrol dari tempat layanan sirkulasi.
Kedua, tempat
untuk layanan peminjaman. Peminjaman di Perpustakaan Poltekkes Malang Masih
bersifat manual. Mahasiswa yang pinjam bahan pustaka memiliki jaminan berupa
kartu perpustakaan. Dengan kartu perpustakaan ini mahasiswa dapat meminjam
koleksi yang ada di perpustakaan. Tenggang waktu peminjaman selama satu
minggu. Buku yang dipinjam maksimal
dibatasi tiga eksemplar.
Ketiga, sebagai
tempat pengembalian bahan pustaka. Jika mahasiswa telat menggembalikan buku
maka kena denda Rp 500,- per harinya. Keempat,
sebagai tempat perpanjangan buku atau bahan koleksi yang dipinjam.
Layanan
sirkulasi ini memiliki kekurangan yaitu kurang efektif karena layanan ini masih
manual. Saat mahasiswa akan meminjam buku bereka akan mencatat identitas buku
di kertas. Hal ini jika petugas kurang teliti bisa dibuat curang oleh
mahasiswa, dengan menulis buku tidak sesuai dengan yang yang dipinjam. Sehingga
perlu kejelian penuh bagi pustakawan di bagian sirkulasi untuk mengontrol
perputaran buku, yaitu pengadaan, perpanjangan, dan pengembalian.
b.
Layanan
Wifi gratis
Layanan
internet gratis ini memiliki kuota yang besar sehingga akses internet yang
cukup cepat. Layanan ini bayak dimanfaatkan oleh mahasiswa Poltekkes dan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang tidak
memiliki modem sehingga mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan informasi yang
diperlukan untuk mengerjakan tugas.
Namun
layanan ini memiliki kekurangan, pertama
tidak diimbanginya dengan tersedianya layanan komputer di Perpustakaan
Poltekkes Malang. Sehingga layanan ini kurang maksimal menyentuh kebutuhan
pemakai. Banyak mahasiswa yang belum memiliki laptop sehingga tidak bisa
menikmati layanan gratis ini. Kedua, kurangnya
pengawasan dan pemantauan petugas dalam mengawasi pengguna dalam memanfaatkan
layanan akses adi gratis ini. Sehingga mahasiswa bisa dengan leluasa mengakses
situs apapun tanpa diawasi petugas.
c.
Layanan
ruang baca
Layanan
baca ini di berikan Perpustakaan Poltekkes untuk mengantisipasi pengguna
perpustakaan yang tidak ingin meminjam koleksi untuk dibawa pulang, akan tetapi
mereka cukup memanfaatkannya di perpustakaan. Layanan ruang baca di
Perpustakaan Poltekkes ini berupa meja dan kursi untuk membaca. Meja ini diberi
sekat sehingga mahasiswa bisa lebih
berkonsentrasi tanpa terganggu oleh orang lain. Selain itu tersedia juga
meja untuk diskusi, meja ini tanpa sekat sehingga memudahkan untuk melakukan
diskusi kelompok.
Permasalahan
yang ada di layanan baca ini adalah tidak ada bedanya ruang baca yang
membedakan bagi pembaca koleksi umum dengan koleksi referensi sehingga
pengawasan alur koleksi sulit dalam mengontrolnya. Hal ini terjadi karena letak
ruang rak koleksi referensi yang tidak dipisah dengan letak ruang koleksi umum
lainnya.
d.
Layanan
referensi
Layanan
referensi ini berada di bagian barat perpustakaan, lebih tepatnya berada di
samping kanan perpustakaan. Layanan referensi ini tidak dipisahkan di ruang
yang berbeda dengan koleksi lain, sehingga mahasiswa yang meminjam koleksi
referen bisa berbaur dengan mahasiswa yang pinjam koleksi umum.
Bagian
layan referensi memiliki koleksi Karya Tulis Ilmiah (KTI), Laporan penelitian
dan Jurnal. KTI ini dari berbagai bidang jurusan, yaitu dari jurusan kebidanan
yang memiliki cover berwarna kuning, keperawanan cover berwarna hijau, dan gizi
berwarna biru. KTI yang di pasang rak dari tahun 2010 - 2013.
Layanan
referen ini masih memiliki kekurangan yaitu belum diberi nomer punggung buku.
Untuk koleksi KTI sekarang sudah mulai diberi label buku. Serta penempatan KTI
yang amburadul tidak sesuai dengan tahun.
Sebaiknya
koleksi KTI dikelompokkan berdasarkan tahun dan diberi keterangan tahun KTI itu
dibuat. Agar mahasiswa yang mencari mudah dan disediakan tempat untuk menaruh
buku yang sudah dibaca sehingga tidak mahasiswa sendiri yang menaruh langsung
koleksi ke rak. Hal ini lah yang membuat susunan rak berantakan karena
mahasiswa yang tidak memiliki pengetahuan untuk menata buku sesuai aturan di
perpustakaan.
e.
Layanan
loker
Layanan
ini persis berada di sebelah kanan dan kiri pintu masuk Perpustakaan Poltekkes
Malang. Layan loker ini diperuntukkan bagi pengunjung untuk meletakkan barang
bawaannya yang tidak mungkin dibawa masuk ke dalam perpustakaan. Menurut
peraturan perpustakaan dilarang untuk membawa masuk tas dan jaket sehingga
perpustakaan memberi fasilitas berupa loker.
Layanan
ini memiliki kekurangan yaitu tidak ada petugas khusus yang ditugaskan untuk
menjaga layanan ini, sehingga kurang terjaminnya keamanan di bagian layanan
ini. Serta jumlah loker yang sedikit, sehingga disediakan meja untuk menampung
barang pengunjung yang tidak kebagian loker. Di sinilah masalahnya
barang-barang yang tidak masuk loker kemungkinan besar akan menjadi peluang bagi
orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Sehingga
solusinya perlu adanya petugas khusus yang menjaga di layanan loker ini. Serta
perlu ditambah jumlah loker agar seluruh pengunjung dapat menitipkan barang
bawaannya di layanan ini, sehingga terciptalah ketenangan bagi semua pihak.
f.
Layanan
pengunjung luar
Layanan ini
diperuntukkan bagi mahasiswa luar poltekkes. Mereka dapat masuk di perpustakaan
namun mereka tidak diperbolehkan meminjam koleksi untuk dibawa pulang. Sehingga
para mahasiswa luar poltekkes yang berkunjung hanya diperbolehkan untuk
memfotocopy buku saja.
Layanan ini memiliki
kekurangan yaitu tidak tersedianya layanan
fotocopy. Sehingga mahasiswa yang ingin memfotocopy harus keluar
perpustakaan. Seharusnya untuk memudahkan mahasiswa khususnya mahasiswa luar
poltekkes disediakan jasa fotocopy.
5.
Bagian
Pengembangan Teknologi Informasi
Teknologi Informasi adalah teknologi
yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyebarkan
informasi. Teknologi tidak saja terbatas pada perangkat keras (alat) dan
perangkat lunak (program), tetapi juga mengikutsertakan manusia serta tujuan
yang ditentukan, nilai yang digunakan untuk membuat pilihan pelaksanaan, dan
kriteria penilaian yang digunakan untuk memutuskan apakah manusia mengendalikan
teknologi dan diperkaya oleh teknologi atau tidak. Dengan berkembangnya
teknologi informasi, pemakai dapat memperoleh data melalui media cetak ataupun
melalui media elektronik.
Penggunaan
teknologi informasi di perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang masih terbilang
masih dini. Perpustakaan yang
ada disana masih konvensional. Terbukti saat diadakan PKL disana
baru diadakan otomasi dan pengentryan buku (memasukkan buku).
Sebelumnya entry buku hanya dilakukan
pada microsoft exel belum pada software perpustakaan. Masih banyak buku yang
belum di-entry pada aplikasi Senayan yang diterapkan di perpustakaan ini sehingga
perlu mengentri buku-buku tersebut sehingga dapat digunakan secara otomasi.
Kegiatan yang dilakukan mahasiswa PKL yaitu memasukkan (entry) buku merupakan salah satu
kegiatan yang dilakukan untuk melancarkan perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang menuju sistem
otomasi.
4.
Pengorganisasian
dan Kelembagaan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber
Belajar
Poltekkes Kemenkes Malang dipimpin oleh seorang Direktur dan 3 (tiga)
Pembantu Direktur. Pembantu Direktur I (Pudir I) mempunyai tugas membantu
Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat. Pembantu Direktur II (Pudir II) mempunyai tugas membantu Direktur
dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan.
Pembantu Direktur III (Pudir III) mempunyai tugas membantu Direktur memimpin
pelaksanaan kegiatan di bidang pembinaan dan layanan mahasiswa. Direktur dan
Pembantu Direktur disebut sebagai unsur pimpinan di Poltekkes Kemenkes Malang.
Untuk
menyelenggarakan pendidikan/pengajaran dilakukan oleh jurusan atau program
studi. Masing – masing jurusan dipimpin oleh Ketua Jurusan, dibantu oleh
Sekretaris Jurusan dan masing – masing program studi dipimpin oleh Ketua
Program Studi, dibantu oleh Pelaksana Administrasi Akademik dan Administrasi
Kemahasiswaan.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
berada dinaungan pudir I dengan
tugas membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat. Perpustakaan disini tidak berdiri
sendiri, sehingga kepala unit perpustakaan bukan lulusan dari ilmu perpustakaan
dan informasi. Namun di dalam unit tersebut terdapat beberapa pelaksana yang
berasal dari lulusan ilmu perpustakaan, sehingga dalam pengelolaannya sesuai
dengan standar yang ditetapkan oleh undang-undang.
Adapun struktur organisasi di
perpustakaan tidak ada secara tertulis, sehingga untuk kinerja pengelolaan
perpustakaan diatur sendiri oleh pihak yang bertanggung jawab atas perpustakaan
Politeknik Kesehatan Malang.
Berdasarkan pedoman perpustakaan
Politeknik Kesehatan Malang organisasi perpustakaan terdiri dari ketua
pengelola perpustakaan, layanan teknis dan layanan pengguna. Ketua pengelola
perpustakaan mengurus masalah pengembangan koleksi perpustakaan yang bertugas
menentukan kebijakan pengembangan koleksi, memilih dan mengadakan bahan putaka
yang tepat. Tugas layanan teknis mengolah bahan pustaka, seperti melakukan
registrasi, katalogisasi, klasifikasi untuk kemudian dapat disimpan dirak dan
dimn pusanfaatkan oleh pengguna. Sedangkan tugas layanan pengguna dibagi
menjadi dua, yakni layanan sirkulasi dan layanan rujukan. Layanan penggunan ini
bagian yang langsung berhubungan dengan pengguna dengan tugas melayani
peminjaman bahan perpustakaan, mencari informasi dam memberikan konsultasi.
Adapun secara tersirat, struktur
organisasi perpustakaan Politeknik kesehatan Malang adalah
Kepala Unit Perpustakaan : Joko
Pitoyo, SKP, M. Kep.
Ketua Pengelola/Penanggung Jawab : Suyanto, S. Sos, M.M
Pelaksana layanan Teknis
Teknis I : Siti Gunaryanti
Teknis II : Achmad Aminullah
Pelaksana Layanan Pengguna
Teknis III : Ulfah Fatimah
Teknis IV : Sudarsono
Banyak terjadi perubahan pada ketua pengelola/penanggung
jawab dikarenakan sedang melanjutkan studi ilmu perpustakaan. Sehingga yang
awalnya menjadi ketua diganti menjadi tenaga teknis. Namun perubahan tersebut
hanya sementara, dan akan berubah kembali setelah prosedur dan penetapan yang dilakukan
tersebut habis.
5.
Sarana
dan Prasarana Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber
Belajar
Menurut prastowo (2012:298) sarana lebih
tertuju pada arti alat-alat yang dibutuhkan langsung dalam aktivitas keseharian
pelayanan perpustakaan. Misalnya buku induk perustakaan, kartu anggota, mesin
ketik, computer, printer, mesin sensor, kartu katalog, papan tulis, stempel dan
lain-lain. Sedangkan prasarana perpustakaan adalah fasilitas penunjang utama
bagi terselenggaranya kegiatan pelayanan perpustakaan. Misalnya rak buku, rak
surat kabar, meja kerja, meja sirkulasi, almari, kereta buku, ruang
perpustakaan dan sebagainya.
Perpustakaan sebagai sarana dan
prasarana sumber informasi untuk digunakan dan dimanfaatkan pemakai memiliki
peran yang sangat penting. Untuk peprustakaan Politeknik Kesehatan Malang
memiliki sarana dan prasarana yang menunjang dalam keberhasilan tujuan
perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang. Adapun sarana dan prasarananya yaitu
:
a. Komputer yang terdiri dari 6 yang digunakan untuk
pengolahan dan penyimpanan data-data perpustakaan. Satu komputer berada di
layanan sirkulasi untuk mendata dan
penghitungan peminjaman dan jumlah pengunjung setiap bulannya. Dan 5
diantaranya diruang pengolahan buku penunjang dan referensi
b. Printer dengan jumlah 3 buah
c. Menyediakan koleksi rekam berupa DVD skripsi/KTI
d. Menyediakan bahan pustaka berupa buku teks,
penunjang matakuliah, koleksi referens (jurnal ilmiah, majalah ilmiah
kesesehatan, laporan penelitian, skripsi/Karya Tulis Ilmiah ) dan surat kabar,
yang berlangganan 3 terbitan setiap harinya yakni Jawa Post, Koran Sindo,dan
Kompas.
e. Ruang baca (meja dan kursi baca) yang difasilitasi
dengan wifi dan AC
f. Rak Koleksi bahan pustaka
g. Ruang pengolahan
h. Meja sirkulasi
i. Ruang Pengolahan
j. Meja kerja pustakawan
k. Loker
6.
Kelemahan
dan Kelebihan Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber
Belajar
Perpustakaan tidaklah selalu sempurna.
Walaupun sempurna dengan sarana prasarana dan fasilitas yang lengkap, namun
perpustakaan pasti terdapat satu atau dua kekurangan dalam pelaksanaannya baik
itu dari pihak pustakawannya, pemakainya atau koleksinya yang masih kurang
memadai.
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
merupakan perpustakaan konvensional yang masih terdapat banyak kekurangan dalam
pengelolaan, pengembangan berdasarkan perkembangan teknologi informasi di era
globalisasi saat ini. Namun, perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang juga
memiliki kelebihan yang cukup digemari oleh pemakai sehingga pemakai merasa
nyaman dengan keberadaan perpustakaan yang bersifat tradisionla tersebut.
Adapun kelebihan perpustakaan Politeknik
Kesehatan Malang adalah
1. Jumlah eksemplar yang banyak
2. Petugas yang ramah
3. Pemantauan koleksi yang lebih mudah
4. Kapasitas wifi yang besar
Sedangkan kekurangan dari perpustakaan
Politeknik Kesehatan Malang adalah :
1.
Belum
terautomasi
2. Fasilitas ruang kerja juga kurang memenuhi standar.
3. Untuk ukuran perpustakaan kampus pusat menurut
kelompok kami kurang memadai karena terlalu kecil.
4. Fasilitas kamar mandi dan musholla untuk pengunjung
juga belum ada.
5. Belum adanya layanan internet gratis selain
fasilitas wi-fi.
6. Pelayanan sirkulasi masih menggunakan layanan
konvensional.
7. Stoke opname nya 3 tahun sekali jadi kurang efektif
untuk buku-buku yang ada di perpustakaan.
8. Loker barang yang tidak dijaga oleh petugas
7. Kegiatan dan Program Perpustakaan
Politeknik Kesehatan Malang sebagai Pusat Sumber Belajar
a.
Program
Kegiatan Harian :
-
Menjaga Kebersihan & Kerapian ruang
kerja dan sekitarnya serta pemeliharaan;
-
Melayani dan menyelesaikan tugas
sehari-hari, seperti pelayanan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka
(peminjaman Sirkulasi, Referensi, Baca di tempat dan pinjaman sementara),
merekap jumlah peminjam dan pengunjung perpustakaan, pemrosesan bahan koleksi
perpustakaan/prosesing, katalogisasi, klasifikasi, pengkodean, pelabelan, penyetempelan,
pemberian identitas buku serta penempatan buku sesuai dengan klasnya)
-
Menyelesaikan tugas-tugas yang sifatnya
mendadak;
-
Menandatangani presensi/daftar hadir;
b.
Program
Kegiatan Mingguan:
-
Mengikuti Upacara apel setiap hari
minggu
c.
Program
Kegiatan Bulanan:
-
Mempersiapkan presensi siswa;
-
Merekapitulasi peminjaman, pengembalian,
pengunjung & pengguna perpustakaan;
-
Merekapitulasi pembelian bahan pustaka;
-
Merekapitulasi penambahan bahan koleksi;
-
Membuat Laporan Bulanan (perbulan dan
tiga bulan)
d.
Program
Kegiatan Tahunan:
-
Melakukan kegiatan pengadaan bahan
pustaka
-
Mempersiapkan daftar peminjam harian dan
rekapitulasinya;
-
Mempersiapkan daftar peminjam sementara
dan rekapitulasinya;
-
Mempersiapkan daftar pengunjung dan
rekapitulasinya;
-
Mempersiapkan daftar pengguna dan
rekapitulasinya;
-
Pembuatan Laporan Tahunan.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang
merupakan perpustakaan yang masih tergolong konvensional sehingga dalam
pengelolaannya masih bersifat tradisional. Pustakawan yang ramah dan baik
sebagai prioritas utama dalam pelayanan kepada pengguna, sehigga meskipun
pengelolaannya masih sederhana namun pelayanannya cukup memuaskan bagi pengguna.
Adapun struktur organisasi terdiri dari ketua
pengelola perpustakaan, layanan teknis dan layanan pengguna berdasarkan pedoman
perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang. Layanan yang ada di Perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang meliputi
layanan baca / layanan Pemakai, layanan wifi gratis, layanan refrensi,
layanan loker dan layanan pengunjung bar.
Penggunaan teknologi informasi di
perpustakaan Poltekkes Kemenkes Malang masih terbilang masih dini. Perpustakaan yang ada disana masih konvensional.
Terbukti saat diadakan PKL disana baru diadakan
otomasi dan pengentryan buku
(memasukkan buku).
Koleksi yang ada terdiri dari buku teks, berupa buku penunjang matakuliah.
Referens, berupa jurnal ilmiah, majalah
ilmiah kesesehatan, laporan penelitian, skripsi/Karya Tulis Ilmiah (KTI)
dan Surat kabar, yang berlangganan 3
terbitan setiap harinya yakni Jawa Post, Koran Sindo,dan Kompas.
B.
Saran
Untuk
kelebihan dan kekurangan kami menyimpulkan bahwa sedikit kelebihan yang ada di
perpustakaan Politeknik Kesehatan Malang yang berarti masih
banyak kekurangan yang ada di perpustakaan. Untuk pengembangan perpustkaan selanjutnya. Kami mencoba untuk
memberikan sebuah aplikasi senayan meranti untuk memperbaiki sistem
pelaksanaannya. Serta memperlengkap fasilitas-fasilitas seperti toilet atau
mushalla, sehingga mahasiswa tidak harus keluar perpustakaan ketika ingin buang
air.
DAFTAR
RUJUKAN
Nurul.
2013. Pusat Sumber Belajar. (online).
(http://nurul-pai.blogspot.com/2013/01/pusat-sumber-belajar.html). Diakses pada 24 februari 2014.
Politeknik
Kesehatan Kemenkes. 2011. Pedoman
Perpustakaan Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Malang: Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia.
Prastowo, Andi. 2012. Manajemen
Perpustakaan Sekolah Profesional. Jogjakarta : Diva.
Sutarno.
2006. Manajemen perpustakaan : Suatu Pendekatan
Praktik.Jakarta : Sagung Seto.
Komentar
Posting Komentar