Fenomena Disruptive Innovation
Clayton M. Christensen
Istilah disruptive
innovation (inovasi disruptif) mulai diperkenalkan oleh seorang Profesor
Bisnis dari Harvard Business School yaitu Clayton M. Christensen. Dia menerbitkan
buku yang berjudul The Innovator Dillema
ditahun 1997. Pada awal mulanya Clayton M.Christensen menyebutnya dengan sitilah
disruptive technology, namun seiring
perkembangan dia pun lebih mempopulerkan istilah disruptive innovation.
Disruptive innovation adalah inovasi yang membantu menciptakan
pasar baru, mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya
menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Inovasi disruptif mengembangkan
suatu produk atau layanan dengan cara yang tak diduga pasar, umumnya dengan
menciptakan jenis konsumen berbeda pada pasar yang baru dan menurunkan harga
pada pasar yang lama (Ancha, 2016).
Contoh disruptive innovation dapat kita lihat pada
industry mobile gadget atau smartphone. Nokia perusahaan yang
berbasis di Firlandia, pada tahun 2000 hingga 2007 menguasai semua segment
produk handphone. Tidak ada yang bisa mendekati kapasitas market Nokia. Hingga
tahun tahun 2007, Nokia tercatat (masih) menguasai
40% perdagangan ponsel di seluruh dunia.
Siapa mengira, pertengahan 2007 Apple Computer
meluncurkan produk iPhone pertamanya. Tidak hanya itu, RIM, sebuah perusahaan telekomunikasi dan jaringan
asal Kanada, meluncurkan Blackberry. Tahun 2009 Samsung
dari Korea memperkenalkan OS Android. Saat itu Nokia masih percaya diri dengan
OS Symbian-Nya yang telah lama diterima oleh pasar. Namun akhirnya tahun 2010
secara perlahan penjualan Nokia mulai tergerus dengan semakin diterimanya OS
Android dan OS iPhone. Akhirnya perlahan namun pasti, Nokia terus tergerus hingga tahun
2013, divisi ponsel Nokia diakuisisi oleh Microsoft.
Nokia terlambat merespon perubahan dari ancaman
teknologi baru yang begitu cepat terjadi. Nokia juga tidak menyadari bahwa pasar begitu gampang diubah seleranya. Kompetisi bisnis dewasa ini yang merupakan
bentuk pertempuran paling beradab karena saling tidak berhadapan seperti
lazimnya perang klasik, tetapi hasilnya sama musuh jatuh, tewas tak
berdaya, dan itulah yang dialami oleh Nokia saat itu, karena tidak mampu
dikeroyok oleh Apple, Blackberry dan Android (Rajiani, 2012).
Menurut Rajiani (2012), bahwa sebenarnya Nokia dan perusahaan perusahaan
besar lainnya telah menyadari akan adanya disruptive innovation, tapi
sebagai produk yang sudah mapan dan memiliki pasar besar, menciptakan suatu
produk baru bisa membahayakan produk mapan tersebut. Inilah yang disebut oleh
Chistensen sebagai Innovator Dilemma.
Innovation Dilemma bukan hanya
terjadi pada perusahaan berbasis teknologi tinggi tetapi juga hampir di semua
lini mengalaminya.
Contoh innovator dilemma yang terjadi di tanah air yaitu pada maskapai penerbangan Garuda. Awalnya
Garuda ragu-ragu dengan penerbangan berbiaya murah, namun akhir tahun 1999 Lion
Air hadir dan mulai beroperasi awal tahun 2000 dengan tarif murahnya. Sehingga pada
2001 Garuda ikut berinovasi dengan membuka anak perusahaan maskapai penerbangan
bertarif murah yaitu Citilink.
Honda yang merupakan produsen sepeda motor terbesar di dunia juga sempat ragu untuk melakukan inovasi motor
matic, namun tahun 2004 Yamaha resmi merilis motor matic pertamanya yaitu Yamaha Mio. Saat itu motor
matic Yamaha Mio dengan kemudahan-kemudahan yang diberikannya mampu memikat
hati masyarakat, dan dengan sekejap mampu merajai sebagian jalan di
Indonesia. Akhirnya Honda pun ikut melakukan inovasi yaitu meluncurkan motor
matic pertamanya di tahun 2006 yaitu Honda Vario. Akhirnya Honda mampu mengejar
ketertinggalan.
Selain itu dalam dunia perbankan yang awalnya banyak bank konventional
ragu untuk menerapkan prinsip syariah, karena takut nasabah lari. Akhirnya
tahun 1991 Bank Muamalat mempelopori berdirinya perbankan syariah di Indonesia
dan mulai banyak dilirik oleh masyarakat setelah krisis ekonomi dan reformasi
karena mampu bertahan dari krisis yang terjadi kala itu. Akhirnya tahun 1991
berdirilah Bank Syariah Mandiri yang merupakan bank syariah kedua di Indonesia. Sampai saat ini sudah banyak Bank Syariah membanjiri Indonesia.
Menurut Rajiani (2012) sebesar apapun sebuah perusahaan, kalau tidak
adaptif perubahan akan tergilas. Jadi bagi
kita yang bergerak dibidang informasi khususnya perpustakaan, juga harus segera
melakukan inovasi agar tidak ikut tergerus di era arus informasi yang serba
cepat dan persaingan teknologi yang ketat. Para pustakawan harus segera
merespon keinginan penggunanya dengan cara terus berinovasi sebagai kunci
keberhasilan untuk bertahan di era ini. Perpustakaan juga jangan takut untuk
melakukan strategi ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) dengan melihat
perpustakaan-perpustakaan yang lebih maju di dalam maupun luar negeri. Agar perpustakaan tetap sebagai sumber rujukan terpercaya.
Daftar
Pustaka:
Ancha. 2016. Awas Gelombang ekonomi Berbasis Inovasi. (Online),
(http://www.seputarmakassar.com/awas-gelombang-ekonomi-berbasis-inovasi.html), diakses
pada tanggal 09 September 2016.
Danang, Kristian.
2016. Contoh disruptive Innovation: Nokia
dan Frienster atau (mungkin) BlueBird. (Online), (http://luminresearch.blogspot.sg/2016/04/contoh-disruptive-innovation-nokia-dan.html),
diakses pada tanggal 09 September 2016.
Handinata, Fransisca. 2014. Definisi dari Disruptive Technology adalah Inovasi Teknologi. (Online), (http://dokumen.tips/documents/definisi-dari-disruptive-technology-adalah-inovasi-teknologi.html),
diakses pada tanggal 8 September 2016.
Lombu, M S. 2016. Sebab Nokia Tumbang dan Fenomena Disruptif
Informasi. (Online), (https://www.selasar.com/ekonomi/nokia-tumbang-pelajaran-untuk-dunia),
diakses pada tanggal 09 September 2016.
Massepe, A. N. 2016. Disruptive Innovation. (Online), (http://www.kompasiana.com/maspepeng/disruptive-innovation_56846ed9b793730f1bb35bff),
diakses pada tanggal 09 September 2016.
Rajiani, Izmi. 2012. Posts Tagged With: Disruptive Technology.
(Online), (https://ismirajiani.wordpress.com/tag/disruptive-technology/) ,
diakses pada tanggal 09 September 2016.
Supriadi, Cecep. 2014. Jenis Inovasi Seperti Apa yang dapat Anda Gunakan?. (Online), (http://www.marketing.co.id/jenis-inovasi-seperti-apa-yang-dapat-anda-gunakan/),
diakses pada tanggal 8 September 2016.
Gambar diunduh (https://www.google.com.sg/search?q=disruptive+inovasi&biw=1517&bih=734&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi6oM-spYLPAhVBpo8KHYLRDdsQ_AUIBigB&dpr=0.9#tbm=isch&q=Clayton+M.+Christensen&imgrc=Io6EO8jxQEEvBM%3A)

Komentar
Posting Komentar