Peran Pemerintah dalam Pengembangan Perpustakaan Keliling Guna Meningkatkan Minat Baca Anak

Latar Belakang
Pendidikan tidak hanya diperoleh di bangku sekolah saja, melainkan dimana dan dalam bentuk apa saja sebagai alternatif dalam proses kegiatan tersebut memberi nuansa mencerdaskan bangsa sesuai yang diamanatkan dalam Undang–undang Nomor 20 tenang sistem Pendidikan Nasional. Salah satu proses pendidikan tersebut dapat melalui media sarana perpustakaan keliling.
Adanya perpustakaan keliling (mobil/montor pintar) dimaksudkan agar penyebaran informasi kepada masyarakat dapat berjalan dengan cepat dan menjangkau daerah terpencil, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca pada masyarakat. Menumbuhkan minat baca harus dimulai sejak usia dini, maka dari itu sejak dini anak harus sudah diperkenalkan dengan buku.
Rendahnya minat baca pada anak-anak dipengaruhi oleh banyaknya jenis hiburan, permainan/games, tayangan televisi yang dapat mengalihkan perhatian dari buku, ketersediaan waktu yang kurang, kondisi lingkungan, dan adanya sifat malas untuk membaca. Adanya perpustakaan keliling (mobil/montor pintar) akan memberi kesempatan anak-anak untuk membaca lebih banyak dan setiap anak berhak menentukan bahan bacaan yang disukai. Agar keradaan perpustakaan keliling (mobil/montor pintar) ini bisa menjangkau keberbagai wiliyah perlu adanya peran pemerintah.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, hal yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah.
1) Bagaimana upaya perpustakaan keliling (mobil/montor pintar) guna meningkatkan minat baca pada anak?
2) Bagaimana upaya pemerintah dalam pengembangan perpustakaan keliling(mobil/montor pintar)?
Tujuan
            Sesuai dengan rumusan masalah yang diambil dalam penulisan makalah ini, tujuan yang ingin dicapai adalah.
1) Mengetahui upaya perpustakaan keliling (mobil/montor pintar) guna meningkatkan minat baca pada anak.
2) Mengetahui upaya pemerintah dalam pengembangan perpustakaan keliling(mobil/montor pintar)
Manfaat
            Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat berguna dan  memberikan manfaat terutama:
1) Sebagai masukkan bagi pemerintah atau pihak lembaga yang ingin mengembangkan perpustakaan keliling.

2) Sebagai bahan informasi bagi masyarakat mengenai perpustakaan keliling.

Upaya perpustakaan keliling (mobil/motor pintar) guna meningkatkan minat baca pada anak
Pengertian perpustakaan keliling menurut sulistyo-Basuki adalah bagian dari  perpustakaan umum yang mendatangi atau mengunjungi pembacanya dengan menggunakaan kendaraan, baik darat (mobil) maupun air (perahu). Dengan kata lain, perpustakaan keliling adalah perpustakaan yang bergerak dengan membawa bahan pustaka untuk melayani masyarakat dari satu tempat ke tempat lain yang belum terjangkau oleh perpustakaan umum, dalam hal ini adalah perpustakaan menetap.
Pengertian Mobil pintar sebagai salah satu sarana belajar dalam program pembelajaran multi fungsi yang meliputi koleksi buku bacaan 85% untuk anak, CD interaktive, arena panggung, dan perangkat komputer, dan permainan edukatif. Program pembelajaran dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi kecerdasan.
Menurut Lunadi (1987), pemanfaatan perpustakaan keliling sangat bermanfaat bagi anak-anak sebagai suatu proses belajar kearah perubahan perilaku atau perubahan sikap, dapat memberi pengetahuan baru serta keterampilan dalam hal-hal tertentu. Dalam hal ini perpustakaan keliling berfungsi untuk mengembangkan pendidikan non formal, memperkenalkan buku-buku dan bahan pustakan lain, meningkatkan minat baca dan mengembangkan cinta buku kepada anak-anak, dan mengadakan kerja sama dengan lembaga sosial dalam meningkatkan kemampuan intelektual, dan melayani kebutuhan informasi masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum.
Menurut Liliawati (2005), pengertian minat baca adalah suatu perhatian kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap kegiatan membaca dengan kemampuannya sendiri. Jadi dapat disimpulkan minat baca merupakan aktivitas yang dilakukan dengan penuh ketekunan dan cenderung menetap dalam rangka membangun pola komunikasi dengan sendirri agar pencapaian dapat menemukan maka tulisan dan memperoleh informasi sebagai proses transmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepanjang hayat.
Anak-anak yang mempunyai hobi membaca akan memiliki pengetahuan yang luas dan otak yang cerdas. Agar menumbuhkan minat baca anak, mobil pintar membutuhakan banyak buku, imajinasi yang baik, dan motivasi. Melalui buku, anak-anak dapat membuka pikirannya dan dapt meningkatkan kreativitasnya.

Upaya pemerintah dalam pengembangan perpustakaan Keliling
            Upaya pemerintah dalam mengembangan perpustakaan di Indonesia sudah dituangkan di dalam UU nomor 43 tahun 2007. Menurut Pasal 4 bab I, tujuan utama perpustakaan yaitu dapat memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, dan memperluas wawasan serta pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
            Oleh karena itu, peran pemerintah sebagai fasilitator berdirinya perpustakaan di setiap daerah harus benar-benar dapat memberikan dukungan bagi keberadaan perpustakaan saat ini. Sedangkan pada pasal 22 dijelaskan bagi pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau kabupaten/kota melaksanakan layanan perpustakaan keliling bagi daerah yang belum terjangkau oleh layanan perpustakaan menetap.
            Adapun perlunya pengembangan perpustakaan umum antara lain: (1) perlunya Program Perluasan Pelayanan Perpustakan sampai ke Kelurahan yaitu dengan cara menambah jumlah perpustakaan mobil yang dapat masuk ke desa-desa terpencil dan fasilitas perpustakaan desa dan kampung; (2) perlunya pemerintah merangsang minat baca masyarakat; (3) perlunya melengkapi koleksi perpustakaan dengan buku-buku yang baru, walaupun dana yang dimilki sangat minim maka bisa dilakukan dengan membuat Peraturan Daerah Tentang Karya Cetak dan Karya Rekam; dan (4) perlunya peningkatan kualitas layanan perpustakaan, ini bisa dilakukan dengan melakukan peningkatan kualitas SDM pengelola perpustakaan serta mewujudkan digital library (perpustakaan digital) sebagai layanan bagai penggunan internet.
a. Tenaga Perpustakaan, Pendidikan dan Organisasi Profesi
            Layanan perpustakaan keliling akan terselenggara dengan baik apabila sikap petugas yang selalu tanggap dan siap membantu memenuhi kebutuhan pemakai. UU No.43 Tahun 2007 tetang perpustakaan, di tegaskan bahwa pustakawan  adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan tentang kepustakwanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan.
            Layanan perpustakaan keliling diharapkan harus memberikan pelayanan prima, yaitu suatu sikap atau cara pustakawan dalam melayani pemakai jasa perpustakaan dengan prinsip people based service (Layanan yang berbasis pemakai) dan Service excellence (Layanan unggulan).
b. Koleksi Perpustakaan
            Undang-undang republik Indonesia  nomor  43 tahun 2007 pasal 12-13 tentang perpustakaan menjelaskan mengenai koleksi perpustakaan. Koleksi perpustakaan diolah dan diseleksi serta disimpan berdasarkan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi sesuai standar nasional perpustakaan.
Perpustakaan keliling harus mampu menyediakan sumber-sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan tujuan pos-pos pelayanan yang dikunjungi. Sumber-sumber informasi yang disediakan harus memenuhi syarat-syarat kualitas koleksi dalam upaya membentuk budaya baca masyarakat. Koleksi yang berkualitas adalah koleksi yang tidak hanya menyajikan unsur pendidikan saja, melainkan juga menyajikan unsur-unsur rekreasi, dan hiburan. Selain itu, koleksi yang disediakan juga disarankan dilengkapi dengan gambar-gambar dan ilustrasi yang bagus agar lebih menarik.

c. Sarana dan Prasarana
            Undang-undang republik Indonesia  nomor  43 tahun 2007 pasal 38 tentang perpustakaan menjelaskan mengenai sarana dan prasarana perpustakaan harus dimanfaaatkan dan dikembangkan sesuai dengan tehnologi informasi dan komunikasi. Sistem penyediaan sarana dan prasarana harus sesuai dengan standar perpustakaan nasional agar terciptanya pelyanan yang memuaskan terhadap pemustaka.
Upaya Perpustakaan Keliling Guna Meningkatkan Minat Baca pada Anak
            Anak merupakan aset masa depan bangsa yang perlu ditingkatkan pengetahuan dan wawasannya sejak dini. Kemampuan membaca merupakan sesuatu yang penting bagi anak-anak, karena dengan membaca anak-anak akan banyak mendapatkan informasi. Kebiasaan membaca harus dilatih semenjak usia dini, yaitu dengan memberikan bahan bacaan kepada anak-anak semenjak kecil.
Hal ini dapat didorong dengan menyediakan fasilitas dan akses informasi seperti perpustakaan keliling. Kehadiran perpustakaan keliling akan kesempatan anak-anak untuk lebih mengenal buku dan meningkatkan minat baca anak serta setiap anak berhak menentukan bahan bacaan yang disukai.
Program mopin bertujuan untuk mengenalkan kepada anak- anak budaya baca buku bacaan, meningkatkan minat baca anak, memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan anak, mengembangkan kreativitas anak, dan menjadikan anak indonesia menjadi anak yang pintar. Pelaksanaan program mopin tidak hanya membaca buku tetapi ada juga program diskusi, menonton film edukasi, dan games edukasi. Dalam kegiatan membaca, anak bebas untuk memilih bahan buku bacaan yang akan dibaca, dalam kegiatan diskusi anak diberi kebebasan untuk bertanya dan menjawab, dan bebas berkreasi.
Pengurus mopin atau tutor memegang peranan penting dalam pelaksanaan program mopin, dimana mereka dituntut untuk menguasai semua jenis isi buku bacaan, makna yang terkandung dalam film edukasi, dan ketrampilan dalam permainan. Untuk mendukung semua, tutor harus dibekali pengetahuan yang luas, dapat menguasai alur cerita dan makna dalam sebuah film, dan keterampilan dalam sebuah permainan. Dalam pemanfaatan perpustakaan keliling mopin yang memegang peranan utama penting yaitu buku bacaan. Buku bacaan merupakan alat penunjang utama dalam meningkatkan minat baca pada anak. Faktor – faktor yang mempengaruhi minat baca terlihat dari banyaknya koleksi buku bacaan, jenis buku, kondisi fisik buku yang baik dan utuh, dan penerbitan buku terbaru.
            Dari tahun ke tahun, minat baca di Indonesia kian menunjukkan perkembangan yang positif. Minat baca ini tak bisa dipukul rata, untuk wilayah perkotaan di Jawa dan Sumatra, minat baca sudah cukup baik. Namun, di wilayah lain, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan NTT, realtif masih kurang. Melalui sinergi pemerintah pusat dengan daerah, kinerja perpustakaan umum semakin baik sehingga bisa meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya pada anak-anak.
Peran Pemerintah dalam Pengembangan Perpustakaan Keliling (Mobil Pintar)
            Salah satu peran pemerintah dalam mengembangkan minat baca adalah program yang bertajuk indonesia pintar. Program Mobil/Motor Pintar digagas/dicetuskan oleh Hj. Ani Bambang Yudhoyono, kemudian programnya di kelola oleh Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) berada di bawah Bidang Pendidikan bekerjasama dengan pusat Sumber Belajar Universitas Negeri Jakarta, sedangkan Kelompok kerjanya diketuai oleh Ibu Okke Hatta Rajasa. Program ini merupakan bentuk dari keprihatinan beliau yang mendalam akan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia, terutama anak-anak usia dini.
            Solidaritas Istri kabinet Indonesia Bersatu menginisiasikan pengadaan program mobil pintar, yaitu kendaraan multi guna yang bisa berfungsi sebagai perpustakaan keliling yang dilengkapi dengan saran edukasi lainnya seperti alat peraga pendidikan, komputer dan juga alat ajar lainnya. Ratusan motor pintar, mobil pintar, dan perahu pintar sampai saat ini telah tersebar di seluruh pelosok negeri untuk menjangkau kebutuhan pendidikan masyarakat di berbagai daerah terpencil.
            Montor pintar diperuntukkan untuk daerah yang terpencil yang tidak memungkinkan mobil pintar turun di wilayah itu, sedang untuk perahu pintar diperuntukkan bagi wilayaah penduduk yang tinggal di daerah perairan Indonesia. Kehadiran Indonesia pintar ditujukan hingga ke masyarakat yang tinggal di pelosok.
a. Wujud Mobil Pintar/Motor Pintar
            Fisiknya Mobil Pintar menggunakan mobil mini bus jenis L 300 dirancang khusus, bagian belakangnya terdapat tiga jendela samping kanan–kiri dan belakang. Ketiga daun jendela tersebut terbuka keatas sekaligus sebagai atap sarana isi koleksi bahan pendidikan yang ada di mobil. Juga dalam mobil dilengkapi sarana dua buah tenda masing–masing berukuran 4 x 4 meter dan satu unit genset listrik. Sedangkan Motor Pintar menggunakan sepeda motor jenis sport roda dua merk Honda, dilengkapi disebelah kirinya gerbong roda dua berukuran panjang sepeda motor dengan tinggi 1,5 meter. Gerbong tersebut tempat koleksi bahan pendidikan. Juga terdapat satu unit genset listrik.
            Mobil Pintar/Motor Pintar mengenakan cat warna biru tua kombinasi biru muda bertuliskan ”Mobil Pintar/Motor Pintar”, serta perlengkapan speaker pengeras suara diatas mobil/motor.

b. Sarana Mobil/Motor Pintar
           
            Mobil/motor pintar dilengkapi sarana pendidikan sebagai sentra pasilitas pembelajaran yakni: sentra buku, sentra komputer (laptop), sentra alat permainan anak, sentra panggung mini serta VCD. Mobil Pintar/Motor Pintar merupakan sumber belajar dan program pembelajaran pendidikan luar sekolah multifungsi. Masyarakat dapat memanfaatkan sumber belajar tersebut secara gratis tanpa dipungut bayaran. Program tersebut merupakan implementasi dari UUD 1945 yaitu setiap warga berhak mendapat pendidikan. Mobil/motor selain disediakan bacaan untuk anak–anak juga disediakan beberapa bahan bacaan untuk orang dewasa yang dapat dimanfaatkan sembari menunggui anak–anaknya bermain di Mopin.

c. Tujuan Program Mobil Pintar /Motor Pintar
            Mobil Pintar/Motor Pintar mempunyai tujuan program meliputi: 1) meningkatkan minat baca anak usia 3 – 15 tahun; 2) menjangkau anak – anak yang lingkungan belajarnya tidak memiliki sumber belajar; 3) mempasilitasi belajar di luar sekolah; 4) menyebarkan informasi ilmu pengetahuan teknologi dan seni sesuai perkembangan usia anak; 5) mengoptimalkan potensi anak menggunakan pendekatan multiple intelligence dan 6) membantu program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
            Latar belakang program Mobil/Motor adalah: 1) rendahnya minat baca masyarakat; 2) banyaknya anak–anak yang belum tersentuh pendidikan formal 3); sedikitnya sumber belajar yang mudah dan murah untuk diakses oleh masyarakat 4); anak memiliki potensi untuk berkembang 5); setiap anak berhak mendapatkan pendidikan formal/non formal; dan 6) anak merupakan aset masa depan bangsa yang harus dikembangkan seluruh potensinya.

d. Sasaran Program/Prosedur Layanan
            Sasaran Mobil Pintar/Motor Pintar yakni: 1) pemukiman yang padat penduduk; 2) pemukiman yang jarang dikunjungi oleh Perpustakaan Keliling; 3) pemukiman yang kurang memiliki sarana penunjang pendidikan; 4) anak berasal dari keluarga prasejahtera; 5) anak jalanan 6); dan anak usia 4 – 15 tahun.

Kesimpulan
            Adanya perpustakaan keliling dimaksudkan agar penyebaran informasi kepada masyarakat dapat berjalan dengan cepat dan menjangkau daerah terpencil, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat baca pada masyarakat, khususnya anak-anak. Program mopin bertujuan untuk mengenalkan kepada anak- anak budaya baca buku bacaan, meningkatkan minat baca anak, memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan anak, mengembangkan kreativitas anak, dan menjadikan anak indonesia menjadi anak yang pintar. Pelaksanaan program mopin tidak hanya membaca buku tetapi ada juga program diskusi, menonton film edukasi, dan games edukasi.
            Salah satu peran pemerintah dalam mengembangkan minat baca adalah program Mobil/Motor Pintar yang bertajuk indonesia pintar. Montor pintar diperuntukkan untuk daerah yang terpencil yang tidak memungkinkan mobil pintar turun di wilayah itu, sedang untuk perahu pintar diperuntukkan bagi wilayaah penduduk yang tinggal di daerah perairan Indonesia. Kehadiran Indonesia pintar ditujukan hingga ke masyarakat yang tinggal di pelosok. Hadirnya Mobil/Motor Pintar sangat berguna bagi masyarakat, Dari tahun ke tahun, minat baca di Indonesia kian menunjukkan perkembangan yang positif. 
Saran
1) Mobil/Motor Pintar hendaknya lebih memperluas jangkauannya terutama di wilayah terpencil dan wilayah batasan Indonesia.
2) Mobil/Motor Pintar hendaknya menjangkau masyarakat dari berbagai golongan (anak-anak pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, dll )dan memperhatikan semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan.
3) Agar dapat memenuhi kebutuhan bahan bacaan yang sesuai degan minat dan kebutuhan masyarakat pemakainya, hendaknya Mobil/Motor Pintar mengadakan survei mengenai hal tersebut.
4) Mobil/Motor Pintar hendaknya selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang menarik dan inovatif sehingga dapat selalu menarik minat pengunjung juga sebagai sarana promosi.

Daftar Pustaka 
Lilawati. (2005). Membaca Produktif. Jakarta: Sandjaja.
Lunadi, A.G. 1987. Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: Gramedia.
Sulistyo-Basuki. 2003. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Komentar

Postingan Populer