Information Commons Bagi Net Generation

Manajemen dan Desain Perpustakaan Sesi 3

Ketenangan merupakan peraturan yang populer dijalan di perpustakaan. Pustakawan yang galak akan menegur siapa saja yang melanggar aturan tersebut, pengguna wajib menjaga ketenangan bila berada di perpustakaan. Ssetiap pengguna perpustakaan tidak boleh berbincang-bincang satu sama lain. Perlu diketahui jika pengguna perpustakaan saat ini sudah berbeda, saat ini mayoritas pengguna perpustakaan adalah net generation.

(https://news.library.depaul.press)

Net generation merupakan generasi yang dilahirkan pada atau setelah tahun 1990 dimana teknologi world wide web berkembang dan sejak lahir mereka telah dikelilingi oleh peramban bergambar, laptop, mobile phones, perpesanan instan, broadband, wireless, video games (Geck, 2006). Net generation menyukai belajar dan bekerja dalam tim. Pendekatan peer to peer umumnya digunakan Wulandari, 2011).
Melihat karakteristik net generation di atas, interaksi generasi ini tidak mungkin dilakukan dalam ketenangan. Perpustakaan tentu akan ditinggalkan oleh penggunanya jika tetap menggunakan konsep lama. Perpustakaan perlu berinovasi untuk memfasilitasi karakteristik penggunanya saat ini.
Menyikapi kebutuhan net generation, factor library as place merupakan faktor tertinggi yang mempengaruhi pengguna untuk datang keperpustakaan. Perpustakaan dapat menawarkan tempat yang nyaman untuk belajar atau melakukan interaksi sosial secara informal. Keberadaan ruang information commons dapat menjadi solusi bagi perpustakaan untuk menghadapi generasi ini. Menurut Priyanto (2017), information commons mendukung pembelajaran dengan menyediakan akses hi-tech untuk informasi.
Information commons, merupakan sebuah tepat di mana sumber-sumber pembelajaran elektronik, perangkat computer dan software, fasilitas produksi media, semuanya ada dalam tata ruang yang informal untuk menciptakan gaya belajar yang kontemporer  (The University of Newcastle Library, 2014). Information commons biasanya berada dilantai pertama perpustakaan dengan fasilitas perabotan yang nyaman. Information commons biasanya disediakan oleh perpustakaan dengan bekerjasama dengan Unit IT (Puskom) yang juga menyediakan layanan yang berkaitan dengan permasalahan di bidang komputer dan IT. (Wulandari, 2011).
Pengguna bisa mengerjakan tugas yang ditunjang dengan teknologi informasi dan komunikasi dengan kecepatan tinggi, sekaligus juga bisa berinteraksi dengan rekan mereka di dalam infomation commons. Perpustakaan juga harus menyediakan wifi, power plug, and socket agar pengguna dapat mengecas laptop atau mobile phone dan  tetap bisa terhubung/online. Apabila perpustakaan bisa memanfaatkan peluang ini, tentunya pengguna akan tertarik untuk datang berkunjung ke perpustakaan, sehingga perpustakaan tidak akan ditinggalkan namun dapat menjadi learning center yang nyaman dan bersahabat bagi pengguna.

Daftar Pustaka:
Geck, C. 2006. The generation Z connection: teaching information literacy to the newest net  generation. Academic Research Library, ProQuest Database, 33(3), 19-23.
Priyanto. F Idda. Libraryland. Dipresentasikan pada Materi Kuliah Manajemen dan Desain Perpustakaan Sesi 3, Yogyakarta.
Setiawan, Chandra. 2015. Strategi Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Melayani Net-Generation. Record and Library Journal, 1 (1), 14-25.
Wulandari, D. (2011, August). Mengembangkan Perpustakaan Sejalan Dengan Kebutuhan Net Generation. Visi Pustaka, 13(2), 16-24.


Komentar

Postingan Populer